Tepat tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Ada banyak tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi untuk merayakan Hari Batik Nasional 2019, satu di antaranya adalah Museum Tekstil. Di Museum Tekstil ini traveler bisa merayakan Hari Batik Nasional 2019 sembari belajar membatik.

Seperti yang diketahui, Museum Tekstil merupakan sebuah cagar budaya yang secara khusus mengumpulkan, mengawetkan, serta memamerkan karya karya seni yang berkaitan dengan pertekstilan Indonesia. Traveler bisa menemukan Museum Tektil di Jalan Aipda K.S. Tubun No.4, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Museum Tekstil resmi dibuka pada tahun 1976 oleh Ibu Tien Soeharto.

Museum Tekstil ini menempati gedung tua di atas areal seluar 16.410 meter persegi. Menurut sejarah, gedung yang sekarang digunakan sebagai Museum Tekstil ini dahulunya merupakan rumah pribadi seorang warga keturunan Perancis yang hidup di abad ke 19. Namun gedung ini kemudian dijual pada seorang anggota konsulat Turki bernama Abdul Aziz Al Musawi Al Katiri.

Pada tahun 1942, gedung ini dijual lagi kepada orang yang bernama Karel Cristian Cruq. Tidak berselang lama, gedung ini pun beralihtangan lagi dan dijadikan Markas Besar Barisan Keamanan Rakyat (BKR) pada saat menjelang Kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1947, kepemilikan gedung ini dipegang oleh seseorang yang bernama Lie Sion Phin.

Setelah beberapa kali beralih kepemilikan dan beralih fungsi, akhirnya pada tahun 1975, gedung ini diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta dan dijadikan sebagai Museum Tekstil. Sebagai sebuah museum tekstil terbesar di Indonesia, museum ini mempunyai koleksi koleksi yang terhitung banyak, yakni sekitar 1.000 buah. Di Museum Tekstil, traveler bisa menemukan beragam koleksi tekstil terutama koleksi tekstil tradisional Indonesia.

Baca:  Simak Beberapa Agen Beserta Pilihan Paket Umroh Cari Agen Umroh

Di mana koleksi tersebut dikelompokkan dalam empat bagian yakni koleksi kain tenun, koleksi kain batik, koleksi peralatan, dan koleksi campuran. Menariknya, traveler yang berkunjung ke Museum Tekstil ini dapat menyaksikan aneka kain batik bermotif geometris sederhana hingga yang bermotif rumit, seperti batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Palembang, Madura, dan Riau. Selain memamerkan koleksi pertekstilan, di museum ini juga terdapat sebuah taman di halaman belakang yang diberi nama Taman Pewarna Alam.

Taman seluas 2.000 meter persegi ini berisi pohon pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alam. Penanaman pohon pohon itu bertujuan mendidik masyarakat agar mengenal dan mengetahui pohon pohon yang dapat digunakan sebagai bahan baku pewarna alam. Puas berjalan jalan dan menikmati koleksi koleksi yang ada di Museum Tekstil, traveler bisa juga mengikuti kursus membatik.

Kursus ini dilaksanakan bersamaan dengan hari hari buka museum. Kursus membuat batik ini dilaksanakan di sebuah bangunan yang terletak di halaman paling belakang Museum Tekstil. Traveler yang ingin berkunjung ke Museum Tekstil bisa datang di hari Selasa Minggu mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Khusus hari Senin dan Hari Libur Nasional, Museum Tekstil tutup.

Tags: , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment