Manusia memiliki semua jenis kebiasaan yang dilakukan setiap harinya, dari minum kopi setelah bangun tidur hingga menonton TV di tempat tidur setiap malam. Namun, ada beberapa kebiasaan yang tidak sehat yang bisa menyebarkan kuman atau bakteri dalam tubuh. Banyak dari kebiasaan yang tampak sepele malah menjadi jalan masuknya kuman dan kotoran ke tubuh.

Beberapa orang menggigit kuku atau mengunyah atau mengemut kulit di sekitar kuku ketika merasa stres, khawatir, atau bosan. Namun, hal yang tidak kita sadari adalah adanya kuman di bagian bagian kulit sekitar kuku dipenuhi yang akan berpindah ke mulut, dan kemudian menuju organ dalam tubuh. Disarikan Medicaldaily.com yang mengutip dari AOL Lifestyle, mengunyah di area kuku berpotensi menciptakan luka dan lecet yang dapat mengundang bakteri.

Selain itu, menggigit kuku juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit gusi dan infeksi. Kebiasaan menggigit kuku tidak hanya merusak penampilan, tapi juga dapat memicu penyakit berbahaya. Courtney Whithorn (20) memiliki kebiasaan buruk menggigiti kuku mulai dari umur 16 tahun.

Kebiasaaan buruk tersebut bermula karena dirinya sering diejek oleh teman sekolahnya. Ketika merasa gugup dan terintimidasi, Whithorn akan menggigit kukunya sebagai pelarian. Saat sang ibu menyadari kebiasaan putrinya tersebut, jari jari Withorn sudah menghitam dan ketika diperiksakan ke dokter, ia mengidap Acral Lentiginous Subungual Melanoma (ALM), sejenis kanker langka yang biasa muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku.

Setelah melakukan serangkaian tes, diketahui jika Whithorn mengidap melanoma ganas dan terpaksa merelakan seluruh bagian ibu jarinya untuk diamputasi. Cara cepat untuk menyebarkan kuman adalah dengan bersin atau batuk ke tangan. Selain itu mengusap cairan yang keluar dari hidung seusai bersin dengan menggunakan lekukan siku juga berpotensi menjadi persebaran kuman.

Baca:  Tak Ada yang Istimewa Hanya Ramuan Sederhana Jokowi Beberkan Ramuan Jamu yang Bikin Bugar

Disarikan Medical Daily yang mengutip CDC, ketika kuman kuman ini sampai ke tangan dan tidak dibasuh, mereka dapat menularkan kuman dari orang ke orang lain dan membuat orang tersebut sakit. Kuman dapat masuk ke makanan yang kemudian dikonsumsi dan bahkan bisa berkembang biak dalam beberapa jenis makanan dan minuman dalam kondisi tertentu, hal ini tentu membuat orang sakit. Kuman dari tangan yang tidak dicuci dapat berpindah ke benda lain, seperti pegangan tangan, meja, atau mainan, dan kemudian menyebar ke tangan orang lain.

Kita sering menggunakan gigi untuk membuka botol atau kantong kripik, selotip, merobek harga pakaian, dan bahkan memotong kabel. Gigi sebenarnya tidak digunakan untuk hal hal tersebut. Hal ini bisa menyebabkan efek traumatis pada gigi, membuat tepi gigi melemah dan bisa menyebabkan gigi bawah tidak merata dengan gigi atas.

Selain tidak baik untuk gigi, menggunakan gigi untuk membuka kemasan atau paket merupakan kebiasaan yang tidak higienis. Sama seperti menggigit kuku dan bersin ke tangan yang menyebarkan kuman, ternyata menempatkan suatu benda termasuk kemasan tertentu ke mulut dapat membuat kuman tersebar. Kuman akan berpindah dari benda tersebut, atau orang lain akan terkena kuman dari tubuh Anda yang berpindah ke permukaan benda yang baru Anda sentuh dengan gigi.

Jika ingin menjaga gigi tetap sehat, The Independent memperingatkan bahwa membuka botol, bungkus, atau apa pun dengan gigi dapat merusak gigi, karena kuman yang telah menempel akan menggerogoti gigi dan Anda juga lebih rentan mengalami gigi berlubang. Persebaran kuman merupakan masalah besar bagi kebiasaaan mengunyah pena atau pensil yang dilakukan seseorang ketika merasa gugup. Pena telah tertempel kuman dari tangan sepanjang hari, bahkan ada beberapa pena yang digigit bukanlah milik Anda sendiri.

Baca:  Bantu Tahan Lapar Saat Puasa Hingga Cegah Penyakit Jantung Kacang Hijau Pas Banget Buat Takjil

Seperti menggunakan gigi untuk membuka bungkus, mengunyah pena dapat merusak gigi. Mirip dengan mengunyah es, mengunyah pensil dapat membuat gigi patah dan membuat struktur gigi tak lagi rata. Sehabis buang air, sebagian orang memiliki kebiasaan hanya menyiram kloset dan tidak menutupnya.

Sebenarnya penutup kloset mempunyai fungsi penting yang jarang dipahami banyak orang. Mungkin Anda berpikir, semua bakteri dan kuman di kloset akan hilang ketika disiram. Padahal bakteri dan kuman mampu bertahan dalam kloset.

Menurut studi yang dilakukan Leeds Teaching Hospital, bakteri dapat beterbangan hingga 10 inci di udara dari permukaan kloset atau lantai. Selain itu menurut Discovery Channel, setiap kali Anda menyiram toilet, hal ini melepaskan semprotan aerosol dari tetesan air kecil yang tercemar, sehingga jika tutup toilet dibiarkan terbuka, partikel yang tercemar kuman itu akan berterbangan kemana mana. Itulah sebabnya, kita harus menjauhkan benda perlengkapan kamar mandi seperti sikat gigi di dekat kloset, karena jika tercemar kuman, sikat gigi juga ikut dipenuhi kuman dan kotor.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment