Sebuah kampung diDusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro,Bantulini awalnya tidak didesainuntuk tempatwisata. Namun kini kampung ini justru menjadi tujuan rekreasi alternatif. Hampir semua warganya memiliki tanaman anggur di halaman rumahnya.

Bila beruntung, sebelum memasuki kampung ini melewati jalan di tengah area persawahan pengunjung bakal disuguhi aktivitas petani membajak sawah dengan mesin bajak modern. Pemandangan menjadi istimewa ketika puluhan burung kuntul berada di kanan kiri petani dan nampak bersahabat dengan aktivitas pembajakan sawah. Meski membajak sawah sudah jarang dilakukan dengan tenaga kerbau, rupanya kebiasaan burung kuntul juga tak berubah dan bisa menerima kehadiran mesin bajak modern.

Tak berselang lama, sebuah papan nama bertuliskan KampungAnggurterlihat dan sekaligus aplikasi peta digital menunjukkan penanda bahwa tujuan sudah sampai. Mantan guru Bimbingan Konseling inilah aktor dibalik dikenalnya KampungAnggurhingga ramai dikunjungiwisatawan sampai saat ini. Rio saat ini memanfaatkan seluruh halaman rumahnya yang berukuran kira kira 25 x 10 meter dengan menanam pohon anggur.

Meski matahari bersinar terik waktu itu, memasuki halaman rumah Rio langsung terasa teduh. Pohon anggur diberi penopang baja ringan dan dibiarkan menjalar sehingga membuat halaman rumah Rio rimbun. Nampak buah anggur yang masih berwarna hijau dan ungu bergelantungan.

Bila musim panen tiba, pengunjung bisa langsung menikmati buah anggur dengan memetik sendiri lalu bisa dibeli dan dibawa pulang. Sayangnya, untuk saat ini menurut Rio, buah anggur sedang dalam masa kurang bagus berbuah, ada hama dan membutuhkan peremajaan. Meskipun demikian pengunjung yang terlanjut datang masih diperbolehkan memasuki area kebun untuk sekedar berfoto dan mencicipi buah yang masih bagus.

"Paling bagus buah di bulanJuli hingga Oktober. Kalau saat ini, tetap berbuah tapi kualitasnya sebagian kurang layak konsumsi,” kata Rio. Rio sendiri memilih tak menjualnya ke pengunjung dan waktu yang tepat untuk memberikan rehat pada tanaman supaya pas berbuah lagi kualitasnya baik. Semakin siang pengunjung kampungAnggursemakin ramai.

Baca:  7 Jutaan HMD Global Luncurkan Ponsel Murah Nokia Harga Rp 1

Lalu lalang di jalan kampung yang tak begitu lebar oleh puluhan pengunjung menjadikan kampung yang 9 tahun lalu sepi kini jadi ramai, apalagi di akhir pekan. Dwi dan Maya adalah pengunjung kampungAnggurdi kebun Rio siang itu. Keduanya baru pertamakali berkunjung setelah mendapatkan informasi dari sebuah tayangan di media sosial.

Meski tak bisa membeli dan membawa pulang anggur di kebun Rio, Dwi mengaku rasa penasarannya sudah terobati. "Penasaran saja awalnya, rumah saya di daerah Dlingo, ngga terlalu jauh dari sini. Tapi malah baru tahu sekarang, langsung ke sini, ternyata benar, bagus warga di sini memanfaatkan halaman rumah menjadi produktif," kata Dwi. Menyimak cerita Rio yang akhirnya bisa menularkan ilmu berkebun anggur ke pada warga sekitar, memang tak serta merta mulus.

Dimulai ketika iamenanam buah anggur lokal jenis isabela pada tahun 2010. Berselang empat tahun kemudian, ia mulai mengganti pohon anggur tersebut dengan menanam anggur ninel yang berasal dari Ukraina. Rupanya lambat laun usaha Rio mulai menampakkan hasil.

Sebagian warga mulai tertarik mengikuti jejak Rio dengan mendayagunakan halaman rumah masing masing untuk menanam pohon anggur. Seiring berjalannya waktu kesuksesan Rio mulai diikuti warga lain hingga Dusun Plumbungan ini dikenal dengan sebutan KampungAnggur. Rio tak berpuas diri,ia terus mempelajari karakter tiap pohon anggur yang saat ini ia koleksi.

Jumlahnya ada sekitar 40 jenis pohon anggur. Petani anggur otodidak ini setidaknya sudah sukses mempraktekkan urban farming. Rio membuat warga sekitar teredukasi dengan perihal memanfaatkan lahan sempit menjadi lebih bernilai secara ekonomi dan lingkungan.

Bagaimana tidak, bila saat panen tiba dengan kualitas buah terbaik, Rio bisa menjual Rp 100 ribu perkilogram. Harga ini juga tidak begitu saja Rio terapkan untuk hasil buah anggur yang ia tanam. Ada alasan kuat mengapa Rio membanderol buah anggurnya dengan harga yang mungkin bila dibandingkan dengan buah anggur impor, bisa jauh lebih mahal.

Baca:  Foto Seekor Monyet di Penerbangan Viral di Medsos Hewan Liar Bisa Masuk Pesawat

"Saya juga pengin mengedukasi bahwa, harga tersebut bukan soal hanya buah anggur saja, ada banyak proses yang harus dihargai di sana. Ada kebutuhan dan kesejahteraan petani yang juga harus dipikirkan. Harga segitu adalah harga yang terjangkau untuk buah anggur dengan kualitas bagus," ungkap Rio. Rio pun mengaku harus cukup sabar menghadapi cercaan pertanyaan soal harga yang ditanyakan pengunjung. Beberapa pengunjung masih saja membandingkan harga anggur di kampungAnggurdengan harga anggur varietas lain di pasar.

Saat ini kampungAnggurbukan saja menjadi destinasi parawisatawan yang tujuan utamanya penasaran mencicip rasa buah anggur dan berfoto ria. Akan tetapi, juga banyak dari instansi pemerintah atau kampus yang melakukan studi banding. (Yudha Kristiawan)

Tags: , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment