Pertumbuhan sekolah negeri dan swasta di Indonesia begitu pesat. Mengutip dari Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, terdapat peningkatan jumlah sekolah negeri sebesar 0,47 persen dan sekolah swasta meningkat 3,44 persen. Pada tahun 2016/2017 terdapat 168.578 sekolah negeri dan 133.519 sekolah swasta. Sedangkan di periode 2017/2018 terdapat pertumbuhan yang cukup sigifikan menjadi 169.378 sekolah negeri dan 138.277 sekolah swasta. Hal tersebut membuka peluang besar bagi para penyelia solusi dan produk pendidikan di Indonesia. Tri Turturi, selaku Managing Director Tarsus Indonesia (penyelenggara GESS Indonesia) menyatakan bahwa saat ini sektor pendidikan Indonesia menawarkan peluang yang begitu besar bagi perusahaan penyelia solusi dan produk teknologi pendukung pendidikan.

Hal tersebut didukung oleh meningkatnya jumlah lembaga pendidikan yang berlomba lomba meningkatkan layanan guna memenuhi ekspektasi orang tua akan pendidikan yang berkualitas. "Sekolah nasional terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya melampaui standar minimum. Sekolah sekolah tersebut mencoba mewujudkannya melalui investasi besar besaran di sektor infrastruktur maupun fasilitas sekolah, serta mengadopsi kurikulum dan materi pembelajaran internasional, untuk menawarkan pengalaman belajar dan mengajar yang lebih baik bagi siswa dan guru," ujar Tri Turturi dalam keterangan persnya, Senin (5/8). Berdasarkan hal tersebut pada tahun ini TARSUS Indonesia akan kembali menggelar rangkaian kegiatan konferensi dan pameran Global Educational Supplies & Solutions (GESS) pada tanggal 18 20 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC).

GESS Indonesia telah membuktikan reputasinya sebagai acara pameran dan konferensi terbesar di Asia Tenggara. Dengan menggabungkan ribuan pemasok persediaan dan solusi pendidikan terkemuka di dunia, GESS Indonesia mengumpulkan inovasi dan pembaharuan terdepan ke dalam konferensi dan pameran GESS Indonesia. GESS akan menghadirkan lebih dari 80 brand (dalam dan luar negeri) yang merupakan supplier maupun manufaktur alat alat penunjang pendidikan, seperti educational toys & games, ICT hardware, e learning platform, robotic technology /AI ( artificial intelligence ), STEM ( science, technology, engineeringand mathematics ) serta virtual/augmented reality demi memenuhi kebutuhan lembaga lembaga pendidikan yang begitu besar di Indonesia. “Melalui penyelenggaraan GESS, kami juga ingin mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia dengan menggelar konferensi yang menghadirkan beberapa ahli terkemuka di sektor pendidikan, untuk berbagi wawasan mereka mengenai tren pendidikan terkini," tutup Tri Turturi.

Baca:  Ini Jawaban Kemendikbud Bahasa & Sastra Daerah Terancam Punah

Pada tahun ini, dengan bangga GESS Indonesia menghadirkan para pembicara yang merupakan ahli di bidang pendidikan, baik dari tokoh nasional hingga ahli internasional. Tiga tokoh ahli di sektor kurikulum dan juga pendidikan anak usia dini di hadirkan selama tiga hari pelaksanaan GESS Indonesia, Dr. Richard Churches, FRSA (Lead Advisor for Education Reform and Evidence Based Practice, Education Development Trust), Prof. Dr. Ger Kraus, OBE (Global Director of Education, Kidzania) dan Magdalena Matulewicz (President and Co Founder, Natural Born Leaders). Tokoh pendidik Indonesia yang akan kembali hadir di tahun ini ialah Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd dan Dr. Munif Chatib.

Selama 3 hari pelaksanaan GESS Indonesia menampilkan berbagai diskusi dan lokakarya pendidikan, termasuk bagaimana kemajuan teknologi terbaru dapat digunakan di kelas sebagai alat pendukung bagi guru dan alat bantu pembelajaran bagi siswa; kepemimpinan dan teknik manajemen kelas; meningkatkan kemampuan literasi dan linguistik siswa yang dapat langsung diadaptasikan di ruangan kelas Indonesia. Info lengkap pelaksanaan GESS Indonesia dapat diakses melalui situs resmi . Dan bagi paraprofesional pendidikan dan pengambil keputusan dari sekolah sekolah yang ingin menghadiri GESS Indonesia dapat mendaftar secara gratis .

Tags: , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment