Sejumlah bangunan semi permanen dan lapak pemulung yang berdiri dikolong rel Kereta APi Juanda, Sawah Besar, Jakarta Pusat dibongkar petugas. Dalam penertiban itu, Satpol PP dibantu oleh petugas PPSU, Polisi, TNI dan Dishub. Penerbitan ini dilakukan menginggat lokasi tersebut kerap kali digunakan para pemulung yang oleh Pemprov DKI Jakarta disebut sebagaiPenyandangMasalahKesejahteraanSosial(PMKS), sebagai tempat untuk beristirahat.

Beberapa lapak lapak yang berdiri pun satu per satu dibongkar oleh petugas Satpol PP dibantu oleh petugas PPSU. Sisa puing lapak yang dibongkar langsung di masukan ke dalam truk yang telah di sediakan. Penertiban sendiri berjalan secara kondusif, tidak ada gangguan ataupun pihak yang menolak atas penertiban tersebut. "Kami tertipkan karena memang dilokasi banyak lapak lapak pemulunh yang memang membuat kumuh dan menghilangkan nilai estetika, apalagi ini dijadikan tempat para PMKS," kata Camat Sawah Besar, Prasetyo Kurniawan, Rabu (24/4/2019).

Sebelumnya, menurut Prasetyo, pihaknya telah melakukan sosialisasi agar lokasi tersebut tidak dijadikan tempat para PMKS. Namun karena tidak diindahkan maka pihaknya terpaksa menertibkan lapak lapak yang ada. "Karena tidak diindahkan, maka terpaksa kami menertibkan kawasan tersebut," katanya. Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar, Sugiarso mengatakan dalam penertiban kali ini pihaknya mengerahkan sebanyak 170 petugas gabungan dari unsur Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, dan PPSU.

Pihaknya juga menyoroti ada 3 titik yang biasa dijadikan tempat para PMKS tinggal, meski kerap kali ditertipkan mereka kembali lagi dan mendirikan bangunan. "Tempat rawan keberadaan PMKS, pertama ada di kolong rel samping Masjid Istiqlal, kedua di dalam Masjid Istiqlal (banyak orang terlantar) dan ketiga di Lapangan Banteng (banyak manusia gerobak, red)," kata Sugiarso. Menurutnya, PMKS yang kerap ditertibkan berasal dari warga luar daerah. Setelah penindakan, para PMKS langsung dikembalikan ke daerah asal mereka oleh Dinsos.

Baca:  Ini 5 Tips Menghemat Baterai Ponsel Saat Mudik

"Di Masjid Istiqlal cenderung banyak PMKS dari luar daerah yang tidak memiliki keahlian khusus. Di kolong rel Juanda, banyak warga luar daerah yang nekat mengadu nasib di Jakarta dan tidak punya tempat tinggal. PMKS di wilayah Sawah Besar didominasi dari warga luar daerah," ucapnya. Camat Sawah Besar, Prasetyo Kurniawan mengatakan pihaknya berencana akan memfungsikan lahan di kolong rel Juanda sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Hal itu diungkapkan setelah melakukan penertiban sejumlah bangunan liar yang berdiri di kolong rel Juanda yang membuat suasana terkesan kumuh.

"Lahan ini punya PT KAI. Pemanfaatan lahan nantinya untuk RTH atau sarana publik lainnya, untun itu kita berkoordinasi dengan PT KAI," kata Prasetyo, Rabu (24/4/2019). Menurut Prasetyo lahan seluas 500 meter tersebut dibangun RTH, rencana itu sudah tertuang berdasarkan kerjasama antara PT KAI dan Pemprov DKI. "Berdasarkan MoU PT KAI dengan Pemprov, lahan untuk RTH, tapi untuk kapan dibangun masih di usulkan dan di kaji," katanya.

Okupasi yang dilakukan para PMKS di sepanjang kolong rel kereta Juanda biasanya terjadi karena lemahnya pengawasan dari pihak PT KAI. Padahal, lokasi penertiban tersebut dekat dengan kantor Jakarta Railway Center milik PT KAI. Namun karena adanya pembiaran, para tuna wisma yang sehari hari bekerja sebagai pemulung ini kerap memanfaatkan lahan terbengkalai itu menjadi tempat tinggal dan lapak barang bekas. Sehingga keberadaan PMKS di wilayah Sawah Besar sulit ditertibkan.

Penertiban terhadap lapak PKL, parkir liar dan lapak barang bekas ini meliputi dua wilayah kelurahan yakni Pasar Baru dan Kebon Kelapa. Perbatasan wilayah ada di rel kereta atas Stasiun Juanda atau tepatnya dibawah kolong tempat lokasi penertiban. "Pengawasan kedepan setelah penertiban, kita melibatkan dua wilayah. Satpol PP dan warga sekitar, lurah setempat, RT dan RW untuk membantu menjaga wilayah setelah penertiban," ucapnya.

Baca:  Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Senin 8 April 2019 Besok - Pagi Hari Seluruh Wilayah Cerah Berawan
Tags: , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment