Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha e commerce sebulan sekali hanya menjual produk lokal. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan merampungkan wacana itu bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. "Nanti kita umumkan awal bulan tiap tanggal 1 hanya pasarkan produk lokal. Bersama Kadin kita akan resmikan itu," ujarnya di Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Enggar menegaskan, e commerce yang tidak menaati aturan itu akan mendapatkan sanksi sosial dari semua pelaku usaha sejenis. "Bagi yang langgar, kita umumkan ramai ramai. Hukuman sosial lebih ramai dan lebih berat," katanya. Bahkan, lanjut Enggar, wacana sebelumnya dari pemerintah dan pengusaha lebih ketat lagi yakni harus memasarkan barang lokal sepekan sekali.

Menurutnya, kesadaran menjual barang lokal tersebut harus ditumbuhkan sesegera mungkin karena pemerintah susah untuk membatasi aturan perdagangan internasional. "Saya bilang kalau mulai dengan kesadaran lebih baik. Kalau bikin aturan bisa ada resistensi dan tuntutan dari luar negeri," katanya. Di sisi lain, Enggar mengaku khawatir perang dagang Amerika Serikat dengan China belum akan mereda, belum lagi antara Amerika Serikat dengan Eropa dan Korea Selatan dengan Jepang.

Karena itu, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk menggenjot ekspor dan meminimalisir impor agar Indonesia tidak hanya jadi pasar di tengah perang dagang. "Indonesia akan bisa bertahan kalau investasi dan ekspor digenjot. Penduduk Indonesia itu 265 juta, sehingga jangan Indonesia jadi pasar semata," tutur Enggar.

Baca:  Victor Wirawan, Milenial Indonesia yang Bakal Bikin Orang Indonesia Gratis Pakai Listrik
Tags: , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment