Kontingen Indonesia berhasil menambah perolehan emas dalam gelaran SEA Games 2019 Filipina. Kali ini, sumbangan emas didapat dari cabang olahraga (cabor) Bowling, melalui Ryan Leonard Lalisang dan Aldila Indryati di nomor Mixed Double, Kamis (5/12/2019). Hal ini menambah kokoh dominasi peboling Indonesia di SEA Games 2019.

Sebelumnya, Billy Muhammad Islam dan Hardy Rachmadian berhasil meraih medali emas dalam nomor Men's Doubles. Begitu pula Sharon Liman Santoso dan Tannya Roumimper yang meraih emas di nomor Women's Doubles. Memiliki nama lengkap Ryan Leonard Lalisang, ia lahir di Balikpapan, 21 Agustus 1980.

Ryan merupakan putra pasangan Robert J Lalisang dan Yvonne I Kaleresan. Ryan sempat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Katolik Atmajaya. Namun, karena kesibukannya menjadi atlet boling, kuliahnya putus di semester keempat.

Hal tersebut terbayar dengan barisan prestasi yang ia torehkan. Banyak prestasi membanggakan yang dipersembahkan Ryan untuk Indonesia. Medali emas SEA Games Filipina bukan hal baru baginya.

Pada 2005, Ryan juga meraih medali emas SEA Games di Filipina. Pada 2006, Ryan juga meraih emas di Kejuaraan Boling Asia. Berlanjut di tahun yang sama Emas Asian Games Doha Qatar berhasil disabetnya.

Pada SEA Games 2017, Ryan meraih Perak. Pada 2018, ia menjadi Back to back Champion dalam gelaran 46th Penang Pesta International Bowling Championship. Pada 2018, Ryan meraih perak dalam World Men Bowling Championship di Hongkong.

Di tahun yang sama, Ryan berhasil meraih juara ABF Tour Hoongkong. Terbaru, Ryan berhasil menjadi runner up QubicaAMF Bowling World Cup 2019. Even tersebut digelar di Bowling Center Jakabaring Sport City, Palembang.

Ryan gagal menjadi juara karena kalah dari peboling asal Afrika Selatan. Meski demikian, prestasi ini sangat membanggakan. Sebab Ryan sebelumnya hanya menargetkan masuk empat besar.

Pada 2009, Ryan juga pernah meraih peringkat ketiga QubicaAMF Bowling World Cup di Malaysia. Aldila Indryati lahir pada 23 Februari 1995. Perempuan berusia 24 tahun ini memiliki tinggi 161 cm.

Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara tersebut mengaku tertarik dengan boling berawal saat duduk di kelas enam SD. Saat itu, dirinya sering ikut ibunya bermain olahraga gelinding bola tersebut. Ia pernah mendapatkan medali perak dan perunggu di PON XVIII Riau 2012.

Ia meraih juara II dalam Even Double Putri dan Juara III dalam Event Tim serta Event Master. Aldila juga meraih Juara II U 18 dalam 11th Indonesia International Open Tenpin Bowling Championships 2013. Pada 2012, ia menjadi Juara III bersama tim Indonesia dalam 14th Asian School Tenpin Bowling Championships 2012.

Baca:  Daftar Lengkap Pebulutangkis Indonesia di Hyderabad Open 2019

Pada 17th ASEAN Youth Tenpin Bowling Championships 2013 Aldila meraih juara III Di tahun 2018, ia menjadi pemenang di Kejuaraan Nasional yang diselenggarakan di Palembang. Medali emas kembali berhasil diraih oleh atlet Indonesia, kali ini disumbangkan oleh Rahmat Erwin Abdullah dari cabang olahraga angkat besi.

Turun di kelas 73 kilogram, Rahmat Erwin Abdullah membukukan total angkatan 322 kilogram. Jumlah tersebut dari 145 kilogram snatch dan 177 kilogram clean and jerk. Rahmat tidak mengalami kegagalan dalam tiga percobaan untuk setiap jenis kegiatan.

Bertanding di RMSC Ninoy Aquino Stadium pada Rabu, (4/12/2019), Rahmat berhasil mengalahkan wakil asal Vietnam, Pham Tuan Anh dan atlet angkat besi asal Malaysia, Muhammad Erry Hidayat. Inilah sosok Rahmat Erwin Abdullah, atlet angkat besi yang persembahkan medali emas ke 15 untuk Indonesia: Dikutip dari Bolasport.com , pria kelahiran 13 Oktober 2000 ini, sudah berlatih angkat besi sejak dirinya masih duduk di kelas satu sekolah dasar (SD).

Ia sempat berhenti latihan dan baru melanjutkan mimpinya menjadi lifter ketika beranjak ke bangku SMP. Rahmat mengaku pernah menjalani latihan tanpa memakai sepatu. Saat itu dirinya sedang latihan mengangkat beban 40 kilogram dan kondisi hujan.

Rahmat mulai masuk pelatnas pada 2018 lalu untuk mengikuti Asian Games 2018. Rahmat sempat membuka peluang meraih medali emas pada Asian Games 2018, turun kelas 77 kilogram. Rahmat mampu memimpin grup B berkat total angkatan 314 kilogram, jumlah tersebut dari 142 kilogram untuk snatch serta 172 kilogram untuk clean and jerk.

Harapannya pupus setelah beberapa lifter yang berada di grup A tampil superior dan mengungguli jauh total angkatan Rahmat. Rahmat Erwin Abdullah sempat mengalami cedera pinggang yang cukup parah saat remaja, sekira tahun 2015 lalu. Saat sedang dalam masa cedera, Rahmat sempat berpikir untuk tidak ingin lagi menekuni karier sebagai lifter.

Namun, ia memutuskan untuk tidak menyerah dengan cedera yang ia alami. Medali emas di SEA Games 2019, merupakan medali emas pertama yang ia peroleh. Ayahnya, Erwin Abdullah adalah pelatih timnas sekaligus mantan lifter nasional.

Sedangkan ibunya pernah mendapat 1 perak dan 1 emas pada SEA Games 1995 di Chiangmai, Thailand. Kemahirannya angkat besi dilatih oleh kedua orangtuanya. Ia pernah dilatih oleh sang ibu tidak sampai setahun.

Setelah itu, Rahmat dilatih oleh sang ayah. Seusai Billy Islam dan Hardy Rachmadian berhasil meraih medali emas dalam nomor Men's Doubles, giliran duetSharon Liman Santoso dan Tannya Roumimper yang meraih emas di nomor Women's Doubles. Sharon dan Tannya mengumpulkan total 2.552 poin untuk meraih medali emas, Rabu (4/12/2019).

Baca:  Pegokart Kezia Santoso Buat Pustaka Bintang untuk Tingkatkan Minat Baca Anak-anak Kurang Mampu

Raihan Sharon dan Tannya mengulang raihan manisnya. Mereka adalah peraih medali emas di SEA Games 2017 Malaysia. Peboling kelahiran 24 Oktober 1981 ini bernama lengkap Sharon Adelina Liman Santoso.

Sejak kecil, Sharon dan kedua saudaranya sering bermain boling bersama keluarganya. Siapa sangka, peraih medali di berbagai kejuaraan boling internasional ini dulunya justru tidak menyukai boling. Sharon menganggap kala itu boling hanya melempar lempar bola.

Akan tetapi, saat mengikuti kejuaraan boling junior, dirinya justru menang meski tanpa latihan. Semenjak saat itu, Sharon menekuni dan giat berlatih hingga menjadi peboling andalan Indonesia. Selain meraih medali emas di SEA Games 2017 dan SEA Games 2019, Sharon juga memiliki prestasi di kancah dunia.

Tercatat dalam 2019seagames.com, ia pernah meraih medali perunggu dalam gelaran World Bowling Championship 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat. Peraih peringkat kelima di Asian Games 2014 ini turun di lima nomor dalam SEA Games 2019, yaitu : 1. Bowling Singles Event ( F )

2. Bowling Doubles Event ( F ) 3. Bowling Masters Event ( F ) 4. Bowling Team of 4 ( F )

5. Bowling Mixed Doubles ( B ) "Terima kasih Rakyat Indonesia, Presiden Jokowi, Kemenpora, KOI, KONI Pusat, PBI, dan KONI Jawa Timur atas dedikasinya yang sangat tinggi dalam memajukan atlet Indonesia." "Terima kasih untuk Team Manager, Pelatih dan seluruh anggota Timnas Boling Indonesia atas kebersamaan yang luar biasa," tulis Sharon melalui akun Instagram nya.

Tannya Roumimper merupakan peboling berusia 29 tahun yang lahir pada 10 November 1990. Catatan 2019seagames.com, Tannya sebelumnya pernah menyabet peringkat kedua di USA PWBA 2019. Sementara itu, pada SEA Games 2017 Malaysia, dirinya berhasil menyumbang medali emas dan medali perak.

Tannya juga pernah meraih medali perak dalam ASHGABAT ASIAN INDOOR GAMES tahun 2017. Tannya diketahui tengah menempuh studi MBA di Mount Mercy University, Cedar Rapids, Iowa hingga tahun 2020 mendatang. Duet keduanya dari cabang Bowling nomor Men's Doubles, berhasil mengumpulkan total 2.592 poin untuk meraih medali emas.

Billy dan Hardy berhasil mengalahkan pasangan Thailand dan Malaysia. Thailand mendapat perak melalaui Atchariya Cheng dan Surasak Manuwong. Sementara Malaysia meraih perunggu melalui pasangan Malaysia Al Hakim Tun Luqman dan Muhammad Rafiq Ismail.

Billy merupakan atlet muda berusia 22 tahun yang lahir pada 30 Maret 1997. Meski masih muda, Billy nyatanya memiliki pengalaman dan prestasi yang membanggakan. Dalam catatan 2019seagames.com, edisi SEA Games sebelumnya di Malaysia Billy menyumbang medali perak.

Selain medali perak di SEA Games Malaysia, di tahun yang sama Billy meraih medali perak di Turkmenistan Asian Indoor. Sedangkan tahun 2018, Billy juga meraih medali perak di kejuaraan dunia Hongkong World men Bowling. Billy juga pernah membela Indonesia di ajang SEA Games 2015 Singapura.

Baca:  Valentino Rossi Rekornya Disamai Marc Marquez

Beberapa prestasi lain Billy di level internasional pun membanggakan. Sementara di SEA Games 2019 Filipina kali ini, Billy turun di lima kelas, yaitu: 1. Bowling Singles Event ( M )

2. Bowling Doubles Event ( M ) 3. Bowling Masters Event ( M ) 4. Bowling Team of 4 ( M )

5. Bowling Mixed Doubles ( B ) Sementara itu Hardy Rachmadian, merupakan atlet berusia 30 tahun yang lahir pada 20 Juni 1989. Dalam catatan prestasinya, Hardy pernah mendapat medali perak di SEA Games 2017 Malaysia.

Selain itu, dirinya juga mendapat medali perak dalam kejuaraan dunia Hongkong World Men Bowling 2017. Sementara itu, atlet asal Riau ini juga turun di lima nomor pada SEA Games 2019 Malaysia. 1. Bowling Singles Event ( M )

2. Bowling Doubles Event ( M ) 3. Bowling Masters Event ( M ) 4. Bowling Team of 4 ( M )

5. Bowling Mixed Doubles ( B ) Atlet senam putri, Rifda Irfanaluthfi menyumbangkan medali emas ke 12 bagi Indonesia pada perhelatan SEA Games 2019, Selasa (3/12/2019). Rifda Irfanaluthfi memperlihatkan penampilanterbaikdi nomor vault atau meja lompat senam artistik.

Sebelumnya, Rifda telah menyumbangkan medali perak bagi Indonesia di nomor All Around. Inilah sosok Rifda Irfanaluthfi, atlet senam yang persembahkan medali emas ke 12 untuk Indonesia: Rifda Irfanaluthfi atlet asal DKI Jakarta.

Wanita kelahiran Jakarta, 6 Oktober 1999 telah mengikuti kompetisi dalam senam artistik sejak berusia enam tahun. Dikutip dari gymnastics.sport, mengaku sempat berganti sekolah dasar beberapa kali untuk menyesuaikan dengan jadwal latihannya. Rifda Irfanaluthfi pernah mengalami cedera pada juli 2018 lalu.

Ia mengalami cedera lutut saat pendaratan yang buruk selama babak kualifikasi di Piala Tantangan Dunia 2018 di Mersin, Turki. Rifda Irfanaluthfi direkomendasikan oleh tim dokter untuk melakukan terapi dan pelatihan ringan dalam rangka persiapan menghadapai Asian Games 2018 di Indonesia lalu. Wanita yang suka mengganti gaya rambutnya di setiap turnamen ini selain sebagai seorang atlet senam dia juga bekerja sebagai pegawai negeri di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Rifda Irfanaluthfi mengaku dirinya suka ketinggian dan semua olahraga yang menguji adrenalin. Saat sang ibu membawanya ke Sekolah Olahraga di Ragunan, ia tertarik melihat siswa yang sedang berlatih trampolin. Sejak saat itu, dirinya memutuskan untuk berlatih senam.

Rifda Irfanaluthfi mengaku dirinya tengah berambisi untuk bersaing mengikuti Olympic Games di Tokyo, 2020 mendatang. Berikut adalah foto fotoRifda Irfanaluthfi, saat mengikuti perlombaan senam.

Tags: , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment