Sapporo menjadi salah satu destinasi wisata layak kunjung di Jepang, selain Tokyo dan Osaka. Terletak di ibu kota Prefektur Hokkaido, Sapporo merupakan kota terbesar kelima di Jepang. Kota ini terkenal dengan festival salju yang digelar pada Februari setiap tahunnya.

Selain itu, Sapporo juga terkenal dengan hidangan ramennya yang lezat. Untuk keliling Sapporo, terdapat sejumlah transportasi umum yang bisa dipilih, di antaranya: Kereta bawah tanah Sapporo merupakan moda transportasi yang paling mudah digunakan untuk berwisata di Sapporo.

Mengutip dari sapporo.travel, kereta ini beroperasi di tiga jalur, yaitu Namboku Line, Tozai Line, dan Toho Line. Namboku Line berwarna hijau, Tozai Line berwarna oranye, dan Toho Line berwarna biru langit. Kereta bawah tanah Sapporo beroperasi mulai pukul 06.00 24.00 waktu setempat.

Untuk tarif, traveler harus merogoh kocek sebesar 200 370 yen atau Rp 26 ribu sampai Rp 48 ribu, tergantung jarak rute yang diambil. Selain kereta bawah tanah, pilihan transportasi lain yang bisa digunakan adalah kereta JR. Dari Stasiun JR Sapporo, traveler bisa naik kereta JR menuju Teine dan Atsubetsu (Hakodate Main Line), Shin Sapporo (Chitose Line), dan Ainosato (Gakuen Toshi Line).

Traveler bisa membeli tiket kereta JR di gerbang stasiun JR. Atau bisa juga menggunakan kartu Kitaca dan SAPICA dengan tarif 2.000 yen atau Rp 260 ribu (1.500 yen untuk ongkos penggunaan dan 500 yen untuk deposit). Sama halnya seperti kota kota di Eropa, Sapporo pun memiliki trem.

Trem di Sapporo mencakup area barat daya pusat kota yang tidak dilewati kereta bawah tanah. Trem di kota ini beroperasi mulai pukul 06.00 24.00 waktu setempat. Tarif untuk sekali naik trem dibanderol 200 yen atau Rp 26 ribu.

Baca:  Daftar Negara Terbaik yang Dikunjungi Saat Hari Raya Idul Fitri & Libur Lebaran

Di Sapporo, halte bus tersebar di sejumlah titik. Sejumlah halte bahkan terhubung langsung dengan stasiun kereta bawah tanah. Bus bus dengan rute reguler menghubungkan berbagai lokasi di dalam kota.

Bus bus tersebut dioperasikan oleh tiga perusahaan: Hokkaido Chuo Bus, JR Hokkaido Bus, dan Jotetsu Bus. Bus juga bisa dibayarkan dengan menggunakan kartu Kitaca dan SAPICA. Jika ingin lebih mudah, traveler bisa menggunakan taksi untuk keliling kota Sapporo.

Namun tentu saja, tarif taksi lebih mahal dibandingkan transportasi lain. Dikutip dari sapporo.travel, berikut perkiraan tarif taksi reguler: Tarif buka pintu: 670 yen hingga 1.600 meter

Tarif tambahan: 80 yen per 309 meter Sebagai informasi, tarif tambahan akan diberlakukan saat larut malam, antara pukul 22.00 05.00 waktu setempat. Jika ingin lebih bebas, traveler bisa menyewa mobil untuk mengunjungi sejumlah tempat.

Jangan khawatir, jalan jalan di Sapporo cukup lebar dan mudah dipahami. Traveler bisa menyewa mobil di sekitar Stasiun Sapporo dan Stasiun Odori. Sepeda sewaan adalah moda transportasi yang dan nyaman untuk berkeliling Kota Sapporo secara santai.

Dengan menggunakan sepeda, traveler tidak perlu lagi memikirkan tempat parkir. Traveler bisa menyewa sepeda di hotel tempat menginap. Selain itu, saat ini juga terdapat layanan sharing sepeda yang disebut Porocle.

Traveler dapat menyewa dan mengembalikan sepeda di gerai mana pun. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari situs resmiPorocle, untuk menyewa sepeda selama seharian, traveler harus merogoh kocek sebesar 1.500 yen atau Rp 195 ribu. VeloTaxi merupakan layanan taksi roda tiga yang ramah lingkungan dan dikembangkan di Jerman.

Transportasi ini mulai beroperasi di Sapporo pada 2008. Saat ini, terdapat lima VeloTaxi yang beroperasi di pusat kota Sapporo. Uniknya, VeloTaxi menawarkan jalur yang tidak bisa dilalui oleh mobil atau bus.

Baca:  Jangan Pernah Pamer Barang Mewah 5 Hal Terlarang di Dubai

VeloTaxi beroperasi mulai pukul 10.00 hingga matahari terbenam. Tarif VeloTaxi yaitu 300 yen (Rp 39 ribu) dan 50 yen (Rp 6.500) untuk setiap 100 meter jarak tambahan.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment