Jalan jalan ke Eropa seperti menjadi "cita cita" banyak traveller Indonesia. Tak mengherankan, pemandangan dan budaya di benua tersebut jauh berbeda dari Indonesia, sehingga sangat menarik untuk dilihat dan dieksplorasi. Apalagi foto foto di Eropa sangat khas, yakni suasana perkotaan dengan gedung gedung tua berarsitektur indah.

Hanya saja, ke Eropa itu mahal bagi kebanyakan traveller. Bukan hanya pelancong Indonesia, traveller dari Amerika Serikat dan Australia juga mengakui Eropa itu mahal. Ongkos pesawatnya dari Indonesia sedikitnya dari Rp 7,5 juta, itu juga kalau lagi diskon.

Selain itu, biaya hidup di sana mahal, karena pengaruh sistem keuangan mereka serta nilai tukar euro dengan rupiah. Ditambah lagi, untuk mendapat visa Schengen, visa untuk negara negara anggota Uni Eropa juga cukup sulit. Banyak syaratnya dan mahal.

Namun bukan berarti Eropa tak bisa ditembus, karena tersedia cukup banyak pilihan untuk menghemat biaya perjalanan, selama berada di benua tersebut. Seorang blogger asal AS bernamaMatthew Kepnes, membagi informasi tentang 7 cara terbaik berkeliling Eropa dengan murah. Ini dia informasi yang dibagi oleh penulis buku How to Travel the World on $50 a Day: Travel Cheaper, Longer, Smarter ini.

Megabus itu perusahaan otobus (po) asal Inggris, yang memiliki trayek keliling Inggris, dan juga ke kota kota besar di Eropa, seperti Paris (Prancis), Brussels (Belgia), dan Amsterdam (Belanda). Harga tiketnya bisa cuma 1 poundsterling Inggris, sekitar Rp 18.228 menurut nilai tukar hari ini, jika dipesan minimal 1 bulan sebelumnya. Namun jika tak berhasil mendapat harga terendah itu, tarif normalMegabustak pernah melebihi 20 poundsterling.

Bus ini bisa menjadi pilihan para bacpacker ingin ngirit. Kepnes bercerita, dia hanya membayar 5 poundsetrling untuk perjalanan dari London ke Bristol. Padahal kalau naik kereta api, tarifnya bisa mencapai 45 poundsetrling.

Baca:  10 Tempat Makan Bebek Goreng Enak di Jakarta

Menurut Kepnes, yang memiliki blog bertajuk Nomadic Matt,Megabusjuga mengoperasikan kereta api, dengan tarif mulai dari 10 poundsterling. Busabout adalah layanan hop on/hop off, di mana penumpang bisa naik dan turun di kota mana pun sesuai keinginannya. Bus ini menggabungkan layanan bus malam dengan bus wisata. Selama perjalanan ada pemandu yang menjelaskan tempat tempat menarik di rute yang dilalui.

Dengan menggunakan bus ini, pelancong bisa mengatur kota kota yang ingin dikunjunginya sesuai dengan rute bus tersebut. Pengunjung bisa membeli tiket untuk beberapa kota, dan mengatur sendiri kapan dia akan berangkat ke kota tujuan selanjutnya. Bus ini berasal dari Jerman, namun memiliki trayek di 20 negara Eropa dan ribuan kota.

Harga tiketnya mulai dari 5 euro, atau sekitar Rp 77.000, untuk perjalanan dari Berlin ke Leipzig. Dari Berlin ke Praha di Republik Ceska tarifnya mulai dari 15 euro. Tarifnya yang murah itu membuat bus ini akan cocok bagi para pencinta sepak bola, yang akan menyaksikan perhelatan Euro 2020 pada bulan Juni nanti.

Eropa memiliki banyak maskapai penerbangan berbiaya murah, yang bisa menjadi pilihan untuk menempuh perjalanan jarak jauh namun dengan waktu yang cepat. Persaingan antarmaskapai membuat tarifnya bisa semurah 1 euro. Hanya saja, penerbangan berbiaya murah ini menerapkan syarat yang ketat dalam hal bagasi.

Tarif termurah itu untuk perjalanan tanpa bagasi, bahkan kadang tanpa tentengan kabin (carry on). Penumpang hanya diperbolehkan membawa tas berisi perlengkapan pribadi, yang ukurannya lebih kecil dari carry on. Jika calon penumpang membawa tas yang tidak sesuai persyaratan, maka mereka jarus membayar biaya tambahan, sehingga harga total tidak murah lagi.

Baca:  Mangut Lele & Nasi Goreng Racikan Restoran senang Suka Obati Kangen Menu Nusantara di Negeri Sakura

Kereta api di Eropa itu sangat nyaman dan canggih, serta murah untuk perjalanan antarkota dalam satu negara. Namun ongkosnya bisa menjadi mahal untuk ruter antarnegara, apalagi jika menggunakan kereta supercepat. Masalah biaya ini bisa ditekan jika menggunakan rail pass, karena harga per rute bisa jauh lebih murah daripada membeli tiket secara terpisah.

BlaBlaCar ini seperti gabungan Uber dengan nebeng, karena pelancong nebeng mobil masyarakat setempat tapi memesannya lewat aplikasi komputer. Dengan menggunakan aplikasi, pelancong mencari pemilik kendaraan yang akan bepergian searah dengannya. Komputer akan memberikan beberapa opsi dan tarifnya masing masing.

Setelah memilih sopir yang akan dtebengi, calon penumpang bisa menghubungi pengemudi dengan membuat janji temu. Pembayaran kemudian dilakukan secara online. PerbedaanBlaBlaCardengan metode transportasi lainnya, pelancong bisa bertemu masyarakat setempat dan menambah teman baru.

Hanya saja, cara ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang ingin tidur sepanjang perjalanan. Inilah cara paling murah untuk bepergian selama di Eropa, karena tidak harus keluar uang. Caranya berdiri di tepi jalan, dan acungkan ibu jari setiap ada mobil muncul.

Jika ada yang berhenti dan bersedia mengangkut, maka Anda beruntung. Apalagi jika orang itu baik dan bukan seorang pembunuh psikopat. Namun jika sedang sial, tak ada mobil yang berhenti.

Menurut Kepnes, nebeng di Eropa itu lebih aman daripada yang diperkirakan. Namun, dia tetap menyarakan agar traveller menggunakan naluri dan logika, agar tidak nebeng orang yang salah.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment