Muhammadiyah mendukung pelarangan iklan rokok di internet. Muhammdiyah menekankan, dampak dari kegiatan merokok yang dapat merusak generasi muda ke depan. Muhammadiyah diketahui memiliki sayap organisasi yang memiliki konsentrasi pada pengendalian tembakau yakni Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC).

"Muhammadiyah sejak awal sudah memberikan suatu dorongan dan memberikan masukan agar selain iklan dibatasi jika dimungkian iklan rokok ditiadakan," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti yang ditemui di gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019). Menurut dia, langkah pemerintah tersebut perlu diapresiasi, mengingat tak mudah untuk memberlakukan regulasi yang menyangkut banyak kepentingan, terlebih untuk dihapuskan sama sekali iklan rokok. Muhammadiyah berharap pemerintah dapat memperketat aturan yang telah ada.

"Kalau toh misalnya iklan itu tidak bisa sepenuhnya dihapuskan tapi regulasnya bisa diperketat lagi karena memang kita menyadari dampak dari rokok ini memang cukup serius terutama berkaitan dengan kesehatan khususnya kesehatan generasi muda," jelasnya. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek menerbitkan surat edaran nomor TM.04.01/Menkes/314/2019 tentang pemblokiran iklan rokok di internet. Surat tersebut ditandatangani oleh Nila pada 10 juni 2019.

Dalam surat edaran tersebut juga dicantumkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menunjukkan, terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 18 tahun dari 7,2 persen di tahun 2013 menjadi 9,1 persen di tahun 2018.

Baca:  Akun Twitter Said Didu Diretas & Fitnah Ustaz Abdul Somad, Mahfud MD: Akun Dahlan Iskan juga Dibajak
Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment