Pengguna aplikasi di Indonesia lebih utamakan kenyamanan dari pada keamanan penggunaan sebuah aplikasi. “Pelanggan F5 di sini bahwa kebanyakan pemakai aplikasi masih melihat kenyamanan dibandingkan keamanan oleh penyedia service,” kata Fetra Syahbana, Country Manager F5 Indonesia dalam paparannya di Jakarta belum lama ini. Ia meyakini kebiasaan ini akan bergeser karena ini merupakan proses yang wajar apalagi saat aplikasi diluncurkan akan banyak yang ingin mencoba namun nantinya.

Mungkin mereka akan mengalami satu dua kasus sehingga saat merasa tidak aman akan beranggapan keamanan menjadi penting. “Ini proses yang harus dilewati dan di masa mendatang keamanan sudah harus menjadi prioritas,” katanya. Berdasarkan pengamatan, makin maju negaranya makin merasakan pentingnya sekuriti.

“Singapura tingkat keamanannnya sedikit lebih tinggi dibandingkan kenyamanannya. Namun demikian, di luar Singapura, seperti Indonesia pengguna melek keamanan,"katanya. Keamanan yang konsisten dan visibilitas adalah kunci di dunia multi cloud. Ditambahkannya, saat ini tantangan utama dalam adopsi multi cloud masih seputar upaya untuk menerapkan keamanan yang konsisten di seluruh aplikasi.

Laporan State of Application Services (SOAS) 2019 dari F5 Networks SOAS tahun ini menunjukkan bahwa meskipun banyak perusahaan bergerak menuju transformasi digital, kemampuan untuk terus menempatkan keamanan yang konsisten menjadi inti dari layanan aplikasi. Mempertahankan kebijakan, keamanan, dan ketersediaan yang seragam ke seluruh portfolio aplikasi, perusahaan perusahaan dapat memaksimalkan nilai dari aplikasi (application capital) dan terus menumbuhkan bisnis mereka. “Secara keseluruhan, hanya 34% responden Asia Pasifik yang merasa yakin dapat menghadapi serangan di sisi aplikasi,” katanya.

Hal ini dapat dipahami mengingat rata rata perusahaan menggunakan 765 aplikasi web sehingga keamanan aplikasi menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, perusahaan perusahaan ini harus mempertimbangkan hal hal di luar perimeter keamanan karena firewall jaringan saja tak cukup untuk memberi perlindungan yang memadai bagi aplikasi aplikasi perusahaan. Fakta menunjukkan, responden global sudah mengetahui bahwa mengadopsi kombinasi layanan keamanan (WAF [web application firewall], analitik perilaku, kontrol akses aplikasi) akan sangat membantu.

Baca:  Kominfo-XL Axiata Kembangkan Wahana Belajar Digital 'Pojok Pintar Sisternet'

Demikian juga, mengoptimalkan visibilitas performa aplikasi sangat penting bagi ‘kesehatan’ digital dan kesuksesan bisnis perusahaan. “F5 melihat bahwa perusahaan perusahaan di Asia Pasifik memprioritaskan analitik big data (52%), artificial intelligence (42%), dan analitik ancaman secara real time (38%) untuk tujuan tersebut,” katanya.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment