<div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Lebaran Betawi merupakan festival tahunan yang digelar oleh masyarakat Betawi. Lebaran Betawi pertama kali diselenggarakan pada masa Gubernur Fauzi Bowo, 18 Oktober 2008 silam.

Dalam gelaran Lebaran Betawi pertama itu, ribuan orang Betawi dari seluruh penjuru Jakarta, Tangerang, dan Bekasi memadati Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tempat festival tersebut diselenggarakan. Lebaran Betawi memang perayaan khas Betawi, dimana semua hal yang ada mulai dari makanan, atribut hiasan, hingga tarian dan semua hiburannya merupakan khas Betawi. Lebaran Betawi diselenggarakan atas kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi.

<div id='Sejarah'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Seperti yang sudah disinggung di atas, Lebaran Betawi pertama kali diselenggarakan pada 2008. Lebaran Berawi diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi masyarakat asli Betawi.

Lebaran Betawi dilakukan oleh masyarakat Betawi yang mayoritas beragama Islam. Dulu, orang orang Betawi bahkan lebih memilih libur bekerja untuk merayakan lebaran ini. Ketika lebaran, masyarakat Betawi dulu selalu merayakan dengan cara saling bersilaturahmi sesame warga kampong.

Namun seiring semakin berkembangnya pembangunan, silaturahmi ini akhirnya harus dikumpulkan menjadi satu tempat hingga terbentuklah Lebaran Betawi yang diselenggarakan pertama kali pada 2008. Lebaran sendiri dimaknai dengan tiga hal, yaitu ibadah, sosial, dan ritual yang kemudian digabung menjadi silaturahmi. Karena itu, beberapa pihak mengimbau supaya kegiatan dalam Lebaran Betawi tidak hanya menyajikan lagu, musik, makanan khas, dan sejenisnya saja, namun juga membahas mengenai masa kini dan masa depan Betawi.

<div id='LebaranBetawidariTahunkeTahun'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div> Lebaran Betawi pertama diselenggarakan pada 18 Oktober 2008 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Lebaran Betawi pertama mengusung temA “Lebaran Betawi, Lebaran untuk Semua”.

Acara tersebut digelar sejak pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB dan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Fauzi Bowo. Ribuan warga asli Jakarta dari seluruh penjuru Jakarta, Tangerang, dan Bekasi turut berpartisipasi dalam Lebaran Betawi 2008. Lebaran Betawi 2008 tersebut diselenggarakan oleh Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi.

Sejumlah organisasi masyarakat Betawi seperti Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Forum Betawi Rempug (FBR), Persatuan Orang Betawi (POB), dan masih banyak lagi juga tampak antusias menghadiri acara tersebut lengkap dengan dandanan khas baju adat Betawi. Sejumlah menteri Kabinet Bersatu juga turut hadir dalam Lebaran Betawi 2008 seperti Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Negara Taufiq Effendi. Lebaran Betawi kedua dilaksanakan pada 17 sampai 18 Oktober 2009 di Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan.

Baca:  Irjen Firli Bahuri, Capim KPK dari Polri yang Ditolak Ratusan Pegawai KPK, Kekayaannya Rp 18 M

Sama seperti Lebaran Betawi 2008, Lebaran Betawi 2009 juga dipadati oleh ribuan masyarakat Betawi yang antusias mengikuti acara tersebut. Selain itu, hadir juga Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli, anggota DPRD DKI Achmad Husein Alaydrus, hingga Ketua MPR Taufik Kiemas. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai macam atraksi budaya Betawi, seperti gambang kromong, keroncong Jakarta, wayang kulit Betawi, orkes Melayu, dan ondel ondel.

Kemudian ada 10 stan dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan yang menyajikan aneka masakan dan makanan khas Betawi, seperti nasi uduk, pecak gurame, gabus pucung, sayur asem, dan kerak telor sampai roti buaya dan dodol betawi. Selama dua hari penuh, Sabtu hingga Minggu (18/10), warga Betawi dan warga Jakarta umumnya bisa menikmati perayaan Lebaran Betawi. Namun, di balik semua keriangan, sejumlah seniman Betawi mengaku kesulitan mengembangkan karya kesenian dan budaya tradisinya.

Minimnya perhatian pemerintah dalam pendampingan karya dan bantuan dana rutin dituding sebagai penyebab utama. Lebaran Betawi 2010 dilaksanakan selama dua hari, yakni 25 dan 26 September 2010. Lebaran Betawi ketiga dielenggarakan di Sentra Primer Putri Indah, Jakarta Barat.

Pelaksanaan Lebaran Betawi 2010 merangkul berbagai komponen organisasi Betawi serta lima wilayah Kota Madya yang ada di DKI Jakarta. Lebaran Betawi 2011 dilaksanakan di Lapangan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur selama dua hari sejak tanggal 1 sampai 2 Oktober. Lebaran Betawi keempat tersebut mengusung konsep Jakarta zaman dulu.

Hal ini karena Lebaran Betawi memang dijadikan sebagai ajang untuk melestasikan nilai nilai dan kebudayaan Betawi, selain untuk bersilaturahmi antara seluruh komponen Betawi yang ada di Kota Jakarta. Lebaran Betawi 2011 menampilkan atraksi kesenian di panggung utama, seperti dari Jakarta Timur menampilkan gambang kromong dan lawak, Jakarta Utara menampilkan kroncong tugu dan marawis, Kabupaten Kepulauan Seribu sajikan samrah dan tarian Betawi, Jakarta Selatan menampilkan gambus aromania dan nasyid, Jakarta Barat menampilkan tarian tarian Betawi dan gambang kromong, serta Jakarta Pusat menampilkan Gambus KS Tubun dan musik Melayu Brantas Tenabang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Bamus Betawi, Nachrowi Ramli, Ketua Dewan Kehormatan, Edy M Nalapraya, Ketua Dewan Penasihat, Effendi Yusuf, jajaran MUSPIDA Provinsi DKI Jakarta, tokoh masyarakat Jakarta, perwakilan etnis Nusantara, Ulama dan Habaib Betawi, Bupati dan Walikota Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

Baca:  KPK Kembali Lakukan Penggeledahan Terkait Suap Jual Beli Jabatan, Sasarannya Kantor Kemenag Gresik

Sementara itu, sebanyak 25.000 masyarakat diperkirakan tumpah ruah dalam kegiatan rutin tahunan tersebut. Lebaran Betawi 2012 digelar di Jalan Perintis Kemerdekaan RT 005/004 Kelapa Gading Jakarta Utara. Seperti tahun sebelumnya, Lebaran Betawi 2012 juga dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 9 sampai 10 September.

Berbeda dengan Lebaran Betawi tahun tahun sebelumnya yang hanya menyajikan segala sesuatu tentang Jakarta, Lebaran Betawi 2012 juga menyajikan berbagai ragam budaya dari Sabang sampai Merauke. Lebaran Betawi 2012 memakan dana sebesar Rp 300 juta yang diambil dari APBD DKI Jakarta. Lebaran Betawi 2013 kembali diselenggarakan selama dua hari sejak 31 Agustus sampai 1 September 2013.

Kali ini, Lebaran Betawi digelar di Monumen Nasional (Monas). Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo. Ribuan warga Betawi memadati kawasan Monas, Jakarta Pusat untuk ikut berpartisipasi dalam festival tahunan itu.

Seperti tahun sebelumnya, Lebaran Betawi 2014 juga dilaksanakan di Lapangan Silang Monas. Acara tersebut digelar selama dua hari sejak tanggal 13 sampai 14 September 2014. Berbagai acara diselenggarakan di kegiatan tahunan ini seperti Acara Kesenian dan Kuliner Khas Betawi yang akan dijajakan kepada warga masyarakat Ibukota DKI Jakarta dan Wisatawan.

Lebaran Betawi 2015 kembali digelar di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 22 sampai 23 Agustus 2015. Lebaran Betawi 2015 dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Adapun tema Lebaran Betawi 2015 adalah Merajut Silaturahmi Menuju Kemenangan.

Selain Ahok, hadir juga Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPRD DKI PRasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M Taufik, para walikota, camat, serta lurah. Lebaran Betawi di Lapangan Banteng juga diramaikan oleh bazar makanan, pakaian, dan berbagai pertunjukan kebudayaan Betawi. Lebaran Betawi 2016 kembali digelar di Lapangan Banteng Jakarta selama empat hari sejak tanggal 12 sampai 14 Agustus.

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Lebaran Betawi tahun 2016 ini dengan tahun tahun sebelumnya. Jika biasanya Lebaran Betawi diisi dengan proses hantaran dari tiap wali kota ke gubernur, silat Betawi, lenong Betawi, Qasidah, dan lain lain, Lebaran Betawi yang diselenggarakan di Lapangan Banteng pada 12 14 Agustus, penuh dengan pesan politik. Hal ini terlihat saat Ketua Umum Forum Betawi Rempug Lutfi Hakim menyampaikan kata sambutannya.

Dia mengajak para pengunjung untuk tak lagi memilih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur kembali pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ahok yang menggusur permukiman warga di Kampung Pulo, Jakarta Timur, dan Pasar Ikan, Jakarta Utara. Kebetulan, saat itu, Ahok tak menghadiri Lebaran Betawi karena tengah melayat ke Kepala Inspektorat DKI Jakarta Merry Erna Hani yang meninggal dunia.

Baca:  Dua WNI Tipu Warga Negara Mexico Lewat Website Penjualan Alat Kesehatan Sebesar Rp 118 Juta

Kehadiran Ahok diwakilkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Lebaran Betawi 2017 digelar di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lebaran Betawi 2017 digelar selama tiga hari, sejak tanggal 28 hingga 30 Juli 2017.

Pada penyelenggaran Lebaran Betawi 2017, selain bisa menyaksikan berbagai macam kesenian khas Betawi, pengunjung dapat mendatangi stan stan pameran perwakilan kecamatan yang ada di seluruh Jakarta. Stan stan pameran itu menampilkan berbagai macam barang barang khas Betawi, dari mulai makanan seperti dodol Betawi atau bir pletok hingga pernak pernik. Stan kecamatan ditempatkan berdasarkan wilayah daerah administratifnya.

Wilayah administratif ditandai dengan keterangan tulisan yang dipasang di tiap rumah adat Betawi yang ada di lokasi tersebut. Gelaran Lebaran Betawi 2017 memakan biaya hingga Rp 700 juta. Dana tersebut berasal dari dana hibah yang diteken Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono sebesar total Rp 5 miliar pada awal 2017.

Anggaran Rp5 miliar tersebut juga dipergunakan untuk penyelesaian pembangunan amphitheater atau gedung pertunjukan di Setu Babakan yang ditargetkan rampung pada Desember 2017 mendatang. Lebaran Betawi 2018 digelar di tempat yang sama dengan tahun sebelumnya, yakni Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lebaran Betawi 2018 digelar selama tiga hari sejak 27 sampai 29 Juli 2018.

Lebaran Betawi 2019 digelar di Lapangan Silang Monas Barat Daya selama tiga hari sejak Jumat (19/7/2019) malam hingga Minggu (21/7/2019). Acara tersebut akan dimeriahkan berbagai kesenian khas Betawi. Berdasarkan siaran pers resmi Pemprov DKI, hari pertama Lebaran Betawi diisi dengan pembacaan doa dan sohibul hikayat.

Rangkaiannya dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB. Pada hari kedua, Sabtu (20/7/2019), Lebaran Betawi dimeriahkan berbagai kesenian Betawi. Acara dimulai dengan penampilan tanjidor dan ondel ondel pada pukul 08.00 WIB.

Acara kemudian dilanjutkan dengan marawis, gambus, palang pintu, gambang kromong, tarian betawi, lomba silat seni tradisional betawi, orkes melayu, grup musik opelet robet, rebana biang, hingga lenong. Rangkaian acara pada hari terakhir akan dimulai pukul 06.00 WIB. Acara pertama, yaitu sorendo rendo yang menjadi acara puncak Lebaran Betawi. Sorendo rendo merupakan karnaval budaya nusantara yang rencananya diikuti sekitar 2.000 peserta dari lima kota dan satu kabupaten di Jakarta.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment