Marie Fitzgerald (81) nenek pelaku teroris, Brenton Tarrant, angkat bicara atas perbuatan cucunya yang menembak puluhan orang di dalam masjid Christchurch, New Zealand, Jumat (15/3/2019). Marie mengatakan seusai ayah Tarrant meninggal, Tarrant pergi ke Eropa saat konfik agama sedang meningkat. Menurut Marie, bahkan saat Brenton kembali setelah 12 bulan, Brenton menjadi seseorang yang lebih dikenalnya.

"Hanya sejak dia bepergian ke luar negeri, kupikir bocah ini telah berubah total menjadi bocah yang kita kenal," ujar Marie. "Dia hanya dirinya sendiri, kau tahu," katanya. "Kami semua mengobrol dan makan bersama untuk merayakan pertemuan itu dan sekarang semuanya hancur."

Dikatakan Marie, minat Tarrant saat muda lebih pada permainan komputer. "Dia menghabiskan sebagian besar waktunya bermain game di komputer," ujar Marie. Marie juga mengatakan Tarrant tak tertarik untuk memiliki kekasih.

"Aku pikir dia tidak punya rencana berpacaran, menikah itu terlalu sulit," ujarnya. Sedangkan Terry Fitzgerald, paman Tarrant mengatakan keluarganya mengetahui Tarrant menjadi pelaku pembunuhan sadis itu saat melihat TV. "Pertama tama saya berpikir tidak mungkin. Lalu saya melihat fotonya (muncul di TV), itu salah, itu hal yang tidak bisa diperbaiki," ujar Terry.

Terry juga mengatakan sangat prihatin dengan keluarga korban. Ia berujar tak bisa membayangkan di posisi mereka. “Kami sangat prihatin dengan keluarga karena orang mati dan terluka. Saya tidak bisa memikirkan hal lain, hanya hancur," kata Terry Fitzgerald.

Sementara itu, mereka juga bersedia membantu penyelidikan polisi untuk menemukan apa yang membuat Tarrant melakukan perbuatan keji tersebut. Ibu serta saudara perempuan Tarrant juga di bawah perlindungan kepolisian. Dalam persidangan itu, polisi menduga bahwa setelah melepaskan tembakan di dalam Masjid Al Noor, Tarrant pergi ke Masjid Linwood di seberang kota dan terus mengamuk.

Baca:  Presiden Trump: AS Tak Ikut Trans Pacific Partnership karena Merugikan Industri Permobilan

Tarrant pada persidangannya tampak mengenakan pakaian penjara putih dan sesekali terlihat bingung. Tarrant yang diborgol tanpa mengenakan alas kaki, tampak tersenyum ketika dia muncul di pengadilan. Dari foto foto yang beredar, Tarrant tampak dijaga sangat ketat.

Disebutkan pula, ia justru menyeringai ketika media mengambil fotonya. Ia pun membuat simbol menggunakan jarinya, jari telunjuk dan jempol tampak disatukan seperti membentuk simbol 'OK' terbalik. Namun, banyak yang mengatakan bahwa simbol tersebut bisa juga sebagai simbol "Kekuatan Putih".

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, selama persidangan Tarrant berdiri tegak di tempatnya dan sesekali dia memutar tubuhnya berulang kali untuk melirik media. Awalnya, Tarrant tampak tersenyum tipis, tetapi memudar menjadi ekspresi netral saat sidang terus berlanjut. Selama persidangan, masyarakat dilarang hadir di ruang pengadilan yang dijaga ketat dan hanya awak media yang diperbolehkan masuk.

"Demi kepentingan keselamatan publik," kata hakim yang memimpin persidangan. Total ada enam penjaga keamanan dan polisi yang mengenakan rompi pelindung hitam. Sidang itu dilaporkan selesai hanya dalam beberapa menit, dan Tarrant dikembalikan ke tahanan.

Tarrant pun mendapatkan hukuman penjara seumur hidup. Pengacara yang bertugas mendampingi Tarrant tidak mengajukan satupun bantahan. Tarrant telah didakwa dengan satu tuduhan pembunuhan, tetapi polisi mengatakan akan lebih banyak lagi tuduhan yang akan diajukan padanya.

Sidang selanjutnya akan digelar kembali di Pengadilan Tinggi, pada Jumat (5/4/2019) mendatang. Laporan pertama serangan datang dari masjid Al Noor di Christchurch tengah selama sholat Jumat, pukul 01:40 waktu setempat (00:40 GMT). Seorang pria yang telah diketahui sebagai Brenton Tarrant, bersenjata melaju ke pintu depan, masuk dan menembaki jamaah selama sekitar lima menit.

Diketahui juga Tarrant menyiarkan langsung serangan itu dari kamera yang dipasang di kepala melalui Facebooknya. Dalam rekaman itu Tarrant menunjukkan menembaki pria, wanita dan anak anak. Bahkan aksi biadabnya, ia lakukan bersamaan dengan memutar lagu metal dengan potongan lirik : “I am the god of Hellfire, and I bring you fire (Aku adalah Dewa dari Neraka, dan Kubawakan Kau Api),”.

Baca:  31 Warga Indonesia di Kanto Jepang Mendapatkan Pemeriksaan Gigi Gratis

Tarrant juga sempat memutar lagu berjudul Remove Kebab saat melakukan serangan. Seusai itu, Tarrant disebutkan mengendarai sekitar 5 km (tiga mil) ke masjid lain di pinggiran Linwood di mana penembakan kedua terjadi. Tidak jelas di mana penangkapan itu dilakukan.

Polisi mengatakan mereka menemukan senjata api dari kedua masjid, dan alat peledak ditemukan di mobil milik seorang tersangka. Beruntung bom berhasil dijinakkan oleh militer. Mike Bush pada Minggu (17/3/2019) mengatakan korban tewas berjumlah 50 orang yang sebelumnya 49 orang.

"Jumlah korban tewas kini berjumlah 50 orang. Saya juga ingin menyampaikan jumlah korban luka juga mencapai 50 orang," ujarnya. "Kami telah dapat memindahkan seluruh korban dari kedua lokasi kejadian dan dari situ kami dapat menemukan korban lain," ujar Mike Bush, komisaris polisi Selandia Baru, dilansir kompas.com dari The Independent, Minggu (17/3/2019). Bush menambahkan, sebanyak 36 korban luka masih dirawat di rumah sakit Christchurch, dengan 11 di antaranya dalam kondisi kritis.

Di antara para korban tewas terdapat warga negara Arab Saudi, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Turki, dan Yordania.

Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment