PedangdutElvy Sukaesihtelah mengganti rugi warung yang diamuk sang putra, HR, di Jalan Usaha, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. HR diketahui mengamuk dan membawa senjata tajam di warung milik Junaidi (48) yang berada tak jauh dari lokasi rumahnya. Usai mengalami kerusakan di sejumlah bagian warungnya, Junaidi bersama sejumlah warga lainnya menerima ganti rugi.

Pada Sabtu (14/9/2019) sekitar pukul 15.00 hingga 17.00, mereka menemui keluarga Elvy di kediamannya yang diwakili Syehan, putra keempat Elvy Sukaesih. Syehan menyampaikan beberapa rincian terkait ganti rugi tersebut. "Iya betul saya ganti mejanya. Saya bilang mau diganti atau mau meja yang di rumah. Mereka bilang mau itu saja," ujar Syehan di kediaman Fitria Sukaesih di Jalan Siaga Baru 3, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019) malam.

Berhubung di warung Junaidi memiliki dua buah meja dan yang satunya menggunakan alas kaca, Syehan mengatakan, ikut mengganti bagian kaca tersebut. "Di situ ada dua meja, yang satu dibuat sendiri, yang itu kita belikan kacanya saja. Kemudian uang ganti ruginya untuk ganti toples yang tempat permen itu yang pecah. (Ganti rugi) enggak lebih dari Rp 1 juta," kata Syehan. Baik pihak Junaidi maupun keluarga Elvy mengungkapkan bahwa urusan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

HR tak jadi dilaporkan polisi karena diduga mengalami gangguan jiwa. Keluarga Elvy Sukaesih sudah meminta maaf atas tindakan HR yang menyerang Junaidi, pemilik warung kelontong yang diutangi rokok. Junaidi mengatakan, permohonan maaf sudah disampaikan keluarga Elvy Sukaesih saat HR dibawa Tim Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya.

"Keluarganya sudah minta maaf habis Haedar dibawa polisi. Yang ke sini itu Pak Syehan (anak keempat Elvy Sukaesih)," kata Junaidi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2019). Beberapa waktu lalu, HR menyerang Junaidi yang sedang duduk bersantai di warungnya. Ia membawa senjata tajam dan mengarahkannya ke kepala Junaidi.

Baca:  Andmesh Kamaleng Ungkap Kesedihan Kehilangan Anggota Keluarga di Tengah Kesuksesannya

Beruntung Junaidi berhasil menghindar sehingga pedang HR hanya mengenai kaca warungnya. Pecahannya kemudian digunakan untuk menyerang Junaidi. "Saya mau ditusuk sama kaca, kaca yang sudah hancur, yang panjang. Saya dilempar lemparin akhirnya saya loncat terus kabur," tuturnya. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo membenarkan HR memiliki riwayat penyakit jiwa berdasar keterangan anggota keluarga Elvy Sukaesih.

"Keterangan dari istri pelaku (HR) bahwa pelaku memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah dirawat di RS Jiwa Duren Sawit tahun 2017," kata Hery di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2019). Pernyataan Hery dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky yang ikut mendampingi anggota Jatanras Ditkrimsus Polda Metro Jaya saat Haidar diamankan. Riwayat gangguan jiwa yang diidap anak ratu dangdut itu membuat HR dibawa ke RS Jiwa Duren Sawit, Jakarta Timur, menggunakan mobil Jatanras berpelat 939 VII.

"Pihak keluarga menunjukkan surat keterangan bahwa pelaku pernah dirawat di RS Jiwa Duren Sawit. Makannya semalam dibawa ke sana lagi untuk diperiksa dokter," ujar Dicky. Idap gangguan jiwa, Haidar anak Elvy Sukaesih mengamuk dan rusak warung kelontong, keluarga Dhawiya Zaida minta maaf. Haidar, putra dari Elvy Sukaesih disebut megamuk hingga membuat kerusakan di sebuah warung kelontong.

Rupanya, putra Elvy Sukaesih yang tak lain juga adik dari Dhawiya Zaida tersebut memiliki indikasi gangguan kejiwaan. Anak pedangdutElvy Sukaesihmengamuk di warung kelontong pinggir jalan. AdikDhawiyatersebut diduga mengalami gangguan jiwa.

KeluargaElvy Sukaesihdatang meminta maaf kepada pemilik warung. Berikut berita selengkapnya. Permohonan maaf dari keluargaElvy Sukaesihtersebut dilakukan setelah anakElvy Sukaesihyang mengamuk, Haidar dibawa oleh polisi. Junaidi mengatakan permintaan maaf disampaikan oleh anak keempat Elvy Sukaesih, Sehan.

Baca:  Sambil Minta Kenalan ke Mantan Ashanty, Anang Hermansyah Protes

Junaidi yang berniat melaporkan tindak penganiayaan dan perusakan warung ke polisi urung membuat laporan resmi. Hal tersebut karena Junaidi yang akan menuju Polres Metro Jakarta Timur lantas dimintai keterangan oleh Tim Jatanras sekitar pukul 22.52 WIB. "Belum buat laporan sih, habis pas semalam mau berangkat polisi datang. Hari ini harus dagang lagi, warung saya tetap buka kok," ujarnya.

Junaidi menunggu kabar dari polisi, apabila tidak ada kelanjutan dirinya akan melapor ke kembali. "Saya masih nunggu kabar saja terkait kasusnya dari polisi. Kalau nanti enggak ada kelanjutan saya pasti melapor lagi ke polisi. Tapi semalam sudah kasih keterangan, KTP saya juga di foto," tuturnya. Para tetanggaElvy Sukaesihtidak mengetahui anak ratu dangdut tersebut mengalami gangguan jiwa.

Mereka mengatakan Haidar sering marah marah. "Cuma suka marah marah aja sih. Enggak tahu ya kalau memang ada gangguan jiwa," ujar Yani tetangga Elvy Sukaesih yang melihat Haidar mengamuk. Polisi kemudian percaya Haidar mengidap gangguan jiwa setelah pihak keluarga menunjukkan surat keterangan Haidar pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

"Jadi dia pernah dirawat di RS Jiwa Duren Sawit, makanya sama Tim Jatanras Polda Metro Jaya dibawa ke RS Jiwa Duren Sawit lagi, jadi enggak ke kantor polisi," tutur Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky. Kronologi kejadian bermula saat ART Haidar datang ke warung Junaidi ingin berutang empat bungkus rokok. Namun Junaidi menolak dan sang ART pulang.

"Tersangka itu mau ngutang rokok, empat bungkus atau tiga bungkus saya bilang sebanyak segitu enggak ada," ujar Junaidi. Tak berselang lama, Haidar datang ke warung dengan membawa senjata tajam. Junaidi mengatakan Haidar kemudian tiba tiba mengayunkan sejam ke arahnya yang sedang duduk.

Baca:  Dalam Waktu 15 Menit, Tiket Early Bird Konser Rossa di Jakarta dan Bandung Habis Terjual

"Saya lagi duduk langsung disambit, ditebas begitu." Junaidi berhasil menghindar, lantas Haidar mengamuk di warung dengan memecahkan kaca dan melempar meja. Haidar yang sempat diamankan di Polda Metro Jaya lantas dibawa ke RSKD Duren Sawit setelah keluarga menunjukkan surat keterangan gangguan jiwa.

"Nggak jadi diamankan, keluarganya menunjukkan surat keterangan gangguan jiwa. Sekarang di RSKD Duren Sawit," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Tags: , , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment