Dalam dua tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi tengah gencar membangun sektor industri pariwisatanya. Pemerintah kerajaan Saudi bahkan tak ragu memberlakukan aturan khusus bagi wisatawan asing lepas dari syariat Islam yang selama ini diberlakukan bagi penduduknya. Pariwisata memang menjadi salah satu program reformasi Visi 2030 dari Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, dalam mempersiapkan perekonomian negaranya di era non minyak.

Berikut ini cara cara yang diambil pemerintah Arab Saudi dalam membangun sektor pariwisatanya: Arab Saudi sebelumnya hanya membatasi visa bagi warga asing untuk bekerja dan melakukan ziarah ke situs suci di Mekkah dan Madinah, serta untuk ibadah haji dan umroh. Meski tahun lalu, Riyadh telah mulai mengeluarkan visa sementara untuk pengunjung yang hendak menghadiri acara olahraga dan kebudayaan.

Namun sejak 27 September lalu, untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi menawarkan visa turis, yang menandakan mulai membuka negaranya untuk pariwisata. Hasilnya, hanya dalam kurun waktu 10 hari, telah ada sekitar 24.000 turis mancanegara yang datang ke Arab Saudi untuk berwisata. Sebagai konsekuensi dari dibukanya pintu pariwisata, pemerintah Arab Saudi berusaha untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin agar datang ke negaranya.

Para turis asing pun dibuat agar dapat senyaman mungkin saat berada di Arab Saudi. Salah satunya dengan tidak mewajibkan wanita turis asing untuk mengenakan abaya di ruang publik. Abaya adalah busana wanita khas Timur Tengah yang menutup hampir seluruh bagian tubuh dan memiliki potongan lebar untuk menutupi lekuk tubuh.

Meski tak wajib mengenakan abaya, turis wanita tetap diharapkan mengenakan pakaian sopan dan tidak terlalu terbuka saat berada di ruang publik. Di antara aturan khusus wisatawan asing yang diberlakukan di Arab Saudi, barangkali ini yang paling menuai kontroversi karena sangat berseberangan dengan aturan syariah. Pasangan turis asing yang tanpa ikatan pernikahan akan tetap diizinkan untuk dapat menginap dalam satu kamar di hotel atau penginapan.

Baca:  Kawasan Wisata Kawah Putih Kembali Dibuka Hari Ini Sempat Ditutup Akibat Karhutla

Aturan ini hanya berlaku bagi turis asal luar Arab Saudi, sementara bagi warga lokal tetap diwajibkan menunjukkan bukti nikah. Selain aturan bagi turis asing, pemerintah Arab Saudi juga membuat kelonggaran bagi wisatawan lokal, khususnya wanita, yang selama ini dinilai sangat ketat. Salah satunya yakni, perempuan Arab Saudi akan diizinkan menginap di hotel tanpa harus didampingi wali pria.

Perempuan Arab Saudi dewasa yang hendak menginap di hotel hanya cukup menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku dan akan diperbolehkan menyewa kamar. Pemerintah Arab Saudi telah menghabiskan anggaran sangat besar untuk membangun industri pariwisata dari nol. Pada 2017, kerajaan mengumumkan proyek multi miliar dolar untuk mengubah 50 pulau dan situs murni lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah.

Tahun lalu, pembangunan "kota hiburan" Qiddiya diluncurkan di dekat Riyadh, yang akan mencakup taman hiburan kelas atas, fasilitas olahraga motor dan safari. Pengembangan juga dilakukan pada situs bersejarah seperti Mada'in Saleh yang telah berusia berabad abad, yang menjadi rumah bagi makam batu pasir dari peradaban yang sama yang membangun kota Petra di Yordania.

Tags: , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment