Gunung Slamet yang berada di Jawa Tengah dilaporkan mengalami peningkatan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani. Kasbani menjelaskan, alasan menaikkan status Gunung Slamet menjadi waspada dikarenakan terjadi aktivitas vulkanik cukup tinggi sejak bulan Juli 2019 hingga saat ini.

Naiknya status Gunung Slamet menjadi waspada, PVMBG menghimbau kepada warga ataupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. Kasbani, mengungkapkan ada potensi muntahan lava pijar dan material yang mendadak dan tidak ada tanda tanda signifikan sebelumnya. "Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas," ujar Kasbani.

"Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana," tutur Kasbani. Menindaklanjuti status Gunung Slamet dari normal menjadi waspada, puluhan pendaki Gunung Slamet yang terlanjur naik pun dievakuasi. Sebanyak 80 orang dilaporkan mendaki sejak Rabu (7/8/2019).

"Masing masing pengelola pos pendakian sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima hingga pukul 13.00 WIB, baru tiga pendaki yang sudah turun via Pos Bambangan," kata Sugito saat dihubungi Jumat. Berdasarkan data pengelola dilaporkan sebanyak 69 orang melakukan pendakian melalui Pos Bambangan. Kemudian, pendakian melalui Pos Gunung Malang sebanyak 8 orang dan Pos Baturraden sebanyak 3 orang.

Seperti diketahui, jalur pendakian Gunung Slamet kembali ditutup menyusul kenaikan status dari normal menjadi waspada. Penutupan tersebut hanya berselang satu hari setelah jalur pendakian dibuka kembali, Kamis (8/8/2019). Sebelumnya, jalur pendakian sempat ditutup sejak (22/7/2019) untuk pembersihan jalur dan pemulihan ekosistem.

Baca:  Tim SAR Masih Mencari Satu Lagi Korban Terseret Arus Kali Bayur

Sugito mengatakan, belum dapat memastikan waktu penutupan jalur pendakian. Pihaknya akan memantau perkembangan informasi mengenai kondisi Gunung Slamet. "Pendaki yang belum naik ditahan semua," ujar Sugito.

Tags: , , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment