Allahabad Bank melaporkan dugaan penipuan oleh produsen baja Bhushan Power & Steel Ltd yang telah bangkrut pada Juli 2019 ini. Bank yang berpusat di Kolkata, India ini telah melaporkan penipuan itu kepada bank sentral India. Mereka mengindentifiksi nilai penipuan tersebut mencapai US$ 257 juta dalam rekening Bhushan Power. "Setelah diamati, perusahaan itu telah menyalahgunakan dana bank dengan memanipulasi pembukuan rekening untuk mengumpulkan dana dari bank pemberi pinjaman konsorsium," sebut Allahabad Bank seperti dilansirReuters, Sabtu (13/7/2019). Sebelumnya, Punjab National Bank (PNB) sudah lebih dulu melaporkan dugaan penipuan Bhushan Power pada 6 Juli lalu. Bank yang dikelola pemerintah ini mengaku ditipu sebesar US$ 554,6 juta.

Penipuan tersebut telah menambah kekhawatiran industri perbankan India yang makin dibebani kredit macet. Untuk menghidupkan kembali sektor perbankan, Pemerintah India telah menyuntikkan dana US$ 36 miliar ke bank bank dalam lima tahun terakhir dan memprakarsai tinjauan kualitas aset oleh bank sentral. Sejauh ini, hanya sekitar 5% dari aset industri perbankan yang tertekan dan telah ditangani melalui proses pailit. Bhushan Power and Steel adalah salah satu perusahaan yang memiliki utang besar. Bhusan termasuk di antaranya dengan 12 perusahaan yang dibawa bank sentral India ke pengadilan niaga untuk proses penyelesaian utang berdasarkan undang undang kepailitan terbaru. Terkait hal ini, Bhushan Power & Steel belum mau berkomentar.

Baca:  Strategi Allianz Indonesia Siapkan Kualitas & Kompetensi SDM di Era Transformasi Digital
Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment