Pesta pernikahan harusnya menjadi momen paling membahagiakan bagi pasangan yang saling mencintai. Segala macam persiapan dilakukan demi membuat acara pernikahan sukses. Namun sayang, tak segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.

Ada ada saja permasalahan yang tak bisa dihindari. Sepanjang tahun 2019, ada beberapa kisah pernikahan yang berakhir menyedihkan. Cerita ini datang dari berbagai belahan dunia.

Penyebabnya pun berbeda beda, permasalah ada yang datang dari wedding organizer, ada pula karena mempelai pria itu sendiri. Pada awal tahun 2019, viral kisah pasangan pengantin asal Filipina yang mendapat layanan "zonk" dari Wedding Organizer pilihan mereka. Diberitakan pada 8 Januari 2019 lalu, Shine Tamayo (26) dan suaminya, Jhon Chen (40) membayar 140 ribu peso (sekitar Rp37 juta) untuk membayar jasa Wedding Organizer. Keduanya percaya penuh pada WO, berharap semua keperluan untuk resepsi diatur oleh WO.

Akan tetapi ketika Tamayo dan Chen tiba di lokasi resepsi di Pasig City, 3 Desember 2018 lalu, tak ada makanan yang datang. Katering yang mereka pesan pada WO tidak sampai. Karena tak punya pilihan lain, mereka pun terpaksa membeli makanan di restoran terdekat.

Mereka membeli mie, nasi, dan makanan lokal lainnya. Setelah masalah katering teratasi, pasangan ini sedikit terhibur karena kue pernikahan yang mereka pesan setidaknya datang. Tamayo dan Chen pun memotong kue pernikahan mereka.

Namun, rupanya kue itu bukanlah kue sungguhan. Kue yang datang hanyalah kue palsu yang terbuat dari busa gabus. Bagian luar kue dilapisi krim sehingga kue itu terlihat asli bisa dimakan.

Tamayo yang menyadari pernikahannya telah rusak langsung menangis. Tamu undangan dan kerabatnya berusaha menenangkan dan membantu Tamayo untuk membuat laporan ke kepolisian. Setelah kasus diserahkan pada polisi, Tamayo berkata:

"Saya tidak menerima permintaan maaf darinya (WO), maaf tidaklah cukup. Ia harus masuk penjara karena telah merusak pernikahan saya. Saya tidak pernah dipermalukan seperti ini seumur hidup saya.

Hari ini seharusnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidup saya, tapi justru menjadi hari paling buruk," ungkap Tamayo seperti yang diberitakan Daily Mail. Seorang juru bicara kemudian memberi pernyataan bahwa kasus ini sedang diinvestigasi. "Kami telah mengkonfirmasi bahwa uang dalam jumlah banyak telah dibayar pada WO, tapi tidak disalurkan dengan baik.

Baca:  Bayi 9 Bulan Dilempar dari Lantai 5 Apartemen gara-gara sang Ibu Bertengkar dengan Kekasih

"Tersangka telah ditahan dan kasus ini akan dibawa ke pangadilan," ucapnya. Simak videonya berikut: Kisah pasangan asal Thailand ini bukan disebabkan oleh Wedding Organizer, melainkan mempelai pria yang kabur setelah resepsi. Bukan sekedar kabur, mempelai pria itu juga meninggalkan pengantin wanitanya dengan utang Rp 1,6 miliar. Seperti yang diberitakan pada 4 Oktober lalu, seorang pengantin wanita asal Thailand terpaksa harus menyelesaikan masalah yang ditinggalkan oleh suami "milyarder" nya.

Sang suami yang mengaku seorang milyarder, tiba tiba menghilang setelah resepsi pernikahan mereka pada 10 Mei lalu. Akibatnya, si pengantin wanita harus membayar semua biaya pesta yang pernikahan tersebut. Seperti yang dilansir South China Morning Post, media lokal mengabarkan korban adalah wanita 30 tahun berinisial Da.

Ia bertemu dengan pria 50 tahun yang mengaku sebagai milayarder pada bulan Maret 2019. Pria itu pun langsung melamar Da keesokan harinya setelah mereka bertemu. Nat, nama mempelai pria itu, berkata ia adalah CEO kaya yang memiliki bisnis besar di Hong Kong.

Sementara itu, Da bekerja sebagai product presenter. Pasangan itu mendaftarkan pernikahan mereka sebulan setelahnya. Mereka mengirim undangan ke pesta pernikahan mewah di sebuah hotel di Provinsi Buri Ram, Thailand.

Hanya 10 orang dari pihak pengantin pria yang datang ke resepsi tersebut. Setelah itu, pengantin pria itu berkata bahwa dirinya harus kembali ke Hong Kong. Ia menolak membayar tagihan, cek untuk mahar juga lenyap.

Ibu dari mempelai wanita berkata pada media lokal bahwa biaya pernikahan itu mencapai 3,5 juta baht (Rp 1,6 M). Dilansir Bangkok Post, salah satu WO yang mengelola acara tersebut, berkata mereka disewa sebesar 300 ribu baht (Rp139 juta). "Ini adalah acara yang besar," ucap WO.

Baca:  Komite Paralimpik Internasional Luncurkan I’mPossible Award

"Tim kami yang berjumlah 20 orang menghabiskan waktu 3 malam untuk menggelar pesta ini." Diberitakan SCMP, keluarga pihak perempuan hanya bertemu mempelai pria sekali saja sebelum resepsi. Mereka bertemu di pemakaman seorang kerabat.

Mempelai pria itu berkaya ia adalah penasehat mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Menurut keluarga mempelai wanita, penampilan pria itu cukup meyakinkan. Mempelai pria sempat berkata pada pemilik hotel tempat resepsi berlangsung bahwa ia menyewa pesawat pribadi untuk pulang pergi dari Thailand ke Hong Kong.

Pihak hotel mengatakan pengantin wanita bisa melunasi tagihan dengan cara mencicil. Tetapi wedding organizer berniat menuntutnya atas tagihan yang belum dibayar. Pengantin wanita yang ditinggalkan itu juga berencana mencari bantuan hukum, dan akan mengajukan gugatan cerai.

Pesta pernikahan yang digelar pria asal China ini menjadi momen penuh tangis. Sebab, bukan raut wajah bahagia yang ditunjukkan mempelai pada tamunya, melainkan raut sedih. Hal itu dikarenakan pesta itu bukanlah pesta pernikahan sesungguhnya.

Akan tetapi, pesta itu adalah hari pemakaman istrinya yang baru saja meninggal dunia. Dilansir pada 24 Oktober 2019 lalu, Seorang pria asal Dalian, China mengubah rumah duka menjadi tempat resepsi pernikahan pada 20 Oktober lalu demi memenuhi keinginan mendiang istinya.

Dilansir AsiaOne, pria 35 tahun bernama Xu ini mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya pada sang istri yang berbaring tak bernyawa di peti mati. Sang istri, Yang (34) didandani cantik lengkap dengan gaun pernikahan berwarna putih. Dilaporkan media lokal China CQCB, Yang meninggal dunia akibat kanker payudara pada 14 Oktober lalu.

Yang sudah menderita penyakit itu selama 5 setengah tahun. Xu dan Yang sudah mendaftarkan pernikahan mereka pada tahun 2013. Namun, keduanya memutuskan untuk menunda pernikahan karena Yang merasa sakit pada dada bagian kanannya.

Mereka berharap benjolan yang ada pada dada Yang hanyalah tumor jinak saja. Akan tetapi, dokter mengkonfirmasi bahwa itu adalah kanker payudara. Dokter menyarankan agar dilakukan operasi segera.

Yang yang saat itu masih berusia 28 tahun, diberi tahu dokter bahwa hidupnya tinggal 5 tahun lagi. Meski dokter berkata seperti itu, Yang tetap optimis bisa mengalahkan kankernya. Bertahun tahun setelahnya, Yang melakukan beberapa kali kemoterapi dan radioterapi.

Baca:  Pasukan Komando AS Dikabarkan Tewaskan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdady di Suriah. BREAKING NEWS

Ia juga mendokumentasikan perjalanan mengalahkan kankernya di media sosial Weibo. Yang memberi kata kata penyemangat untuk orang orang lain di luar sana yang menderita penyakit yang sama dengannya. Yang bahkan disebut sebagai "pasien bintang" oleh staf rumah sakit.

Sebab, Yang selalu positif meski ada sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Yang juga pernah diundang media untuk menceritakan pengalamannya terhadap kanker. Akan tetapi Yang menolak tawaran itu karena ia merasa tidak percaya diri.

Rambut Yang rontok parah karena baru saja menjalani kemoterapi. Hingga pada akhirnya, tanda tanda kanker pada tubuh Yang mengalami penurunan. Ia dan Xu akhirnya berencana menggelar pesta pernikahan yang sempat tertunda.

Akan tetapi sebelum sempat menggelar pesta pernikahan, kanker kembali lagi. Kali ini, sel kanker menyebar dengan cepat. Xu menyebutkan, saat Yang masih hidup, ia sering berkata untuk jangan menangisi penyakitnya.

Yang juga meminta orang orang yang juga menderita penyakit yang sama untuk bersemangat dan menghargai hidupnya. Namun takdir tak dapat dihindari. Yang akhirnya kalah dari penyakit kankernya.

Yang meninggal dunia dengan satu keinginan besar yang belum terwujudkan, yaitu menggelar pesta pernikahan. Xu yang ditinggalkan kemudian memutuskan untuk menjadikan rumah duka sebagai tempat resepsi pernikahannya. Ia mengenakan jas hitam, sementara Yang memakai gaun putih layaknya pasangan pengantin yang menikah.

Pesta pun berlangsung kelam dan menyedihkan. Video diputar di layar menampilkan saat saat bahagia selama Yang masih hidup hingga ia kalah dari kankernya. Xu yang sudah berjanji tidak akan menangis akhirnya pun tak kuasa lagi menahan tangisnya.

Air matanya menetes saat tubuh Yang dibawa untuk dikremasi. "Aku tahu aku berjanji tak akan menangis, tapi maaf, aku tidak bisa menepatinya," ucap Xu. Simak kisah mereka berdua dalam video berikut:

Tags: , , , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment