Pria asal Purwokerto bernama Satrio viral setelah menggelar pernikahan yang sederhana dengan memanfaatkan reativitas yang ia miliki. Satrio menggelar pernikahan tanpa bermewah merah pada Minggu, 6 Oktober lalu. Melalui rangkaian cuitan di Twitter nya, Satrio menceritakan bagaimana ia dan Karin, kekasih yang kini jadi istrinya, mempersiapkan semua keperluan nikahnya.

Mulai dari undangan, seserahan, hingga dokumentasi, Satrio memanfaatkan kreativitas serta relasinya. Untuk undangan, Satrio mendesain sendiri undangannya. Ia membeli kertas sendiri, memotong sendiri.

Untuk proses sablon undangan, ia dibantu oleh seorang teman. Satrio membuat 300 lembar undangan, yang harga per lembarnya hanya Rp800. Untuk seserahan, Satrio hanya menyiapkan barang barang yang pasti nantinya akan dipakai.

Ia membeli seperangkat alat olahraga, yaitu sepatu running, sport bra, legging, dan jersey. Seserahan dihias oleh teman baiknya. Untuk foto pre wedding, Satrio dan Karin tidak pakai foto prewed karena memang keduanya tidak suka.

Sedangkan untuk dokumentasi hari H, Satrio memanfaatkan relasinya. Ia mengajak teman teman fotografer untuk memotret acara pernikahannya. Satrio tidak meminta macam macam, hanya soft file yang akan ia edit sendiri.

Tak seperti pernikahan lainnya, Satrio sengaja tak menyiapkan pelaminan. Tamu tamunya akan langsung makan saat datang. Ia pun menyambut tamu, membaur dengan mereka.

Dengan tidak adanya pelaminan, Satrio dan istri bisa lebih dekat dengan tamu undangan. Mereka mengobrol, makan dan tertawa bersama. Selain undangan dan resepsi, ada satu lagi yang menarik dari pernikahan Satrio, yaitu penggunaan meteorit pada cincin kawinnya.

Jika pasangan lain umumnya menggunakan berlian atau permata pada mata cincinnya, Satrio justru menggunakan meteorit. Melalui cuitan di Twitter, Satrio menceritakan alasannya. Satrio menyebut bahwa ia sangat suka astronomi.

Baca:  Ramalan Zodiak Cinta Rabu 29 Mei 2019, Virgo Cari yang Serius dan Capricorn Ada Kesalahpahaman

Ia kerap mengikuti forum lokal hingga internasional. Sampai suatu hari, ia diberi meteorit oleh seorang kolektor. Mendekati hari H pernikahan, Satrio ingin menyematkan meteorit itu ke cincin istri.

Awalnya, Satrio berencana beli cincin di Instagram dan kemudian meminta ganti batu. Tapi pada akhirnya, Satrio menemukan perajin perhiasan lokal di Desa Pasir, Purwokerto Barat. Perajin itu pun menyanggupi permintaan Satrio yang ingin ada meteorit di cincinnya.

Ia menggunakan cincin perak dengan harga hanya 10% dari budget yang disiapkan Satrio. Untuk kotak cincin, Satrio membuatnya sendiri. Ia membuat kotak cincin dengan tema lunar landing.

Cincin itu pun janji seminggu sebelum hari H. Sang istri pun senang karena cincinnya disematkan material paling langka di dunia. Satrio menyebut, biaya untuk sepasang cincin kawin yang dibuatnya tak sampai satu juta.

Satrio juga memberi saran bagi calon pengantin yang sedang mencari cincin. Tentukan dulu budget yang dimiliki dan desain cincin. Daripada ke toko, lebih baik langsung ke perajin.

Sebab, ujar Satrio, biaya di perajin lebih murah dan enak untuk diajak diskusi. Jika ingin cincin dengan meteorit, meteorit bisa dibeli di para pemburu meteorit, kolektor hingga peneliti. Untuk harga, meteorit bisa didapat dengan harga Rp100 ribuan saja.

Untuk menjaga keasliannya,belu meteorit dari member IMCA, beberapa dari mereka berjualan di eBay.

Tags: , , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment