PT Karya Putra Borneo, perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Samarinda, Kalimantan Timur menyampaikan bahwa berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar pada tanggal 4 Maret 2019 telah memutuskan jajaran Dewan Direksi baru. PT Karya Putra Borneo (PT KPB) juga telah membuat surat laporan kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM bahwa perusahaan telah mengadakan pergantian Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan. Perusahaan KPB menyurati Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) dengan nomer surat; 11/S/KPB/III/2019 perihal Permohonan dan Pemberitahuan Pergantian Pengurus Direksi dan Komisaris PT KPB.

"Selanjutnya KPB minta mengubah izin semua. Ganti nama kan izinnya. Sekarang kan bukan India Dirutnya. Dengan adanya RUPS ini kepemilikan sudah kita ambil semua. Tentu kita mengajukan perubahan izin. Kemudian status. Inikan PMA tadinya, kita mau balikkan ke PMDN. Kita akan ikut regulasi Pemerintah Indonesia, apa syarat syaratnya. Tentunya kita minta pendapat Ditjen Minerba nantinya,"tutur Komisaris Utama PT Karya Putra Borneo Ardiansyah Muchsin dalam siaran pers, Kamis (14/3). Ardiansyah meminta pihak Ditjen Minerba Kementerian ESDM bisa merespon isi surat yang dikirim perusahaan tersebut. Adapun susuan Dewan Direksi baru adalah: Direktur Utama: Iwan Tjahjadi Direktur: Aswad Direktur: Aria Ramadhan

Dewan Komisaris : Komisaris Utama: Ardiansyah Muchsin Komisaris: Fadly Amnar Yanto Komisaris: Syahrani Idjam HM Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul:

Baca:  27 Triliun Selama 2018 Surya Pertiwi Tbk Bukukan Pendapatan Neto Rp 2
Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment