Junaidi (25) alias Adi, tersangka kasus dugaan curanmor berhasil dilumpuhkan aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Upaya melumpuhkan Adi diawali dahulu dengan drama baku tembak di depan rumah kontrakan pelaku di Jalan Raya Bojonggede, perbatasan antara Depok dan Kabupaten Bogor, Rabu (3/7/2019) malam. Tersangka yakni Junaidi (28) alias Adi yang diketahui berasal dari Lampung Timur, akhirnya tewas di tangan petugas dengan luka tembak di dada.

Kabid Humas Kombes Argo Yuwono menuturkan sebelum adu tembak terjadi, petugas sudah membuntuti pelaku yang diketahui sudah lebih dari 15 kali melakukan pencurian sepeda motor di kawasan Depok, Bekasi dan Kabupaten Bogor, bersama rekannya A Alias Andi yang kini buron. Terakhir kata Argo aksi pelaku dilakukan di Jalan Pemuda Kp. Pulo RT.001/RW.010, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Minggu (30/6/2019). Pelaku melakukan aksinya pada siang hari dengan sasaran berupa sepeda motor yang terparkir di halaman kontrakan korban yakni WS.

"Pelaku menggunakan kunci letter T untuk membuka kontak kendaraan dan membekali diri dengan senjata api rakitan dan senjata tajampada setiap aksinya," kata Argo. Saat itu kata Argo pelaku berhasil membawa sepeda motor Honda Vario warna hitam F 5362 FGF, milik korban. "Korban akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya. Dari laporan korban Unit II Subdit Resmob, melakukan penyelidikan dengan membuka data base serta memeriksa sejumlah saksi," kata Argo.

Dari hasil penyelidikan katanya secara holistik diketahui bahwa pelakunya adalah Junaidi alias Adi dan A alias Andi. Keduanya pemuda asal Lampung Timur dan juga merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor beberapa kali. "Petugas akhirnya mengetahui keberadaan J alias Adi tinggal, yakni di kawasan Depok di Jalan Bojonggede. Petugas kemudian memantau keberadaan pelaku," kata Argo.

Baca:  Pelaku Dimaki Warga saat Cari Barang Bukti Bunuh Driver Ojol karena Sakit Hati Dibilang Dekil

Pada Rabu (3/7/2019) malam, kata Argo, petugas Subdit Resmob berhasil membuntuti pelaku sampai pelaku hendak kembali ke rumah kontrakannya di Jalan Raya Bojonggede, perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor. "Saat sampai di rumah kontrakan pelaku, pelaku ternyata mengetahui dirinya dikuntit petugas. Karenanya pelaku mengeluarkan senjata api dan sempat melepaskan tiga kali tembakan ke arah petugas" kata Argo. Dua tembakan senjata api pelaku kata Argo mengenai tembok pagar rumah kontrakan pelaku.

"Sementara satu tembakan pelaku meleset. Jadi di sini adu tembak antara pelaku dan petugas sempat terjadi beberapa saat," kata Argo. Karena melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan petugas, katanya, jajarannya kata Argo akhirnya melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku menggunakan timah panas. "Kami lakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan senjata api. Sebab pelaku sudah membahayakan petugas serta juga membahayakan keselamatan warga masyarakat sekitar," kata Argo.

Setelah berhasil melumpuhkan pelaku Junaidi alias Adi, kata Argo, petugas menuju ke TKP dua yakni rumah kontrakan tersangka lain A alias Andi. Lokasinya kata Argo, tak jauh dari lokasi tersangka Junaidi ditembak. "Karena tahu rekannya tewas tertembak, tersangka Andi ini juga melakukan perlawanan ke petugas saat hendak ditangkap, karena ia juga memiliki senjata api rakitan," kata Argo.

Tersangka Andi kata Argo sempat melepaskan tembakan ke arah petugas. "Pelaku sempat terkena tembakan petugas di bokongnya. Namun ia berhasil kabur dengan sepeda motor dan kini menjadi buronan kami atau masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO," kata Argo. Menurut Argo dari tangan tersangka Junadi yang tewas ditembak petugas, pihaknya menyita satu senjata api revolver rakitan berikut 3 butir peluru, Sepeda Motor Honda Vario warna hitam F 5362 FGF, tiga selongsong peluru 3, satu buah Handphone merk Samsung, satu buah badik bergagang hitam dan satu buah kunci letter T beserta 3 buah mata kuncinya dan satu buah mata kunci master.

Baca:  Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Melanda Jakbar, Jaksel dan Jaktim
Tags: , , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment