Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melarang industri makanan dalam untuk tidak mencantumkan labelPalm Oil Free(bebas minyak sawit) pada produk produk yang mereka jual. Untuk mencegah beredarnya label tersebut, BPOM akan melakukan pembinaan dan edukasi kepada UMKM agar tidak mencantumkan labelPalm Oil Freedi kemasan produknya. "Badan POM tidak menyetujui pendaftaran produk yang mencantumkan klaim bebas minyak sawit," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, Rabu (21/8).

Pasalnya pencantuman label itu dinilai merupakan kampanye negatif untuk melemahkan daya saing produk minyak sawit Indonesia. "Butuh upaya kita bersama mengedukasi masyarakat bahwa label itu (free palm oil) tidak boleh," kata Penny. Lebih lanjut, Penny bilang jika masih terdapat produsen yang mencantumkan label itu akan dikenakan sanksi. Meski dirinya tidak menyebut secara rinci sanksi apa yang diberikan. Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia, Derom Bangun mengatakan, kampanye negatif itu belum berdampak pada menurunnya produkcrude palm oilIndonesia. Meski begitu, adanya kampanye negatif itu memperburuk persepsi produk sawit.

"Kami melihat citra sawit seolah olah makanan tidak baik atau merusak lingkungan karena Eropa mengatakan kalau ikut makan, ikut merusak hutan," ujar Derom.

Baca:  Akuntan Manajemen Dituntut Punya Nilai Tambah Hadapi Perubahan Bisnis yang Cepat
Tags: , , , ,
Avatar
Lakukan hal-hal yang kau pikir tidak bisa kau lakukan. Yakinlah kau bisa dan kau sudah separuh jalan menuju ke sana. Lakukan yang terbaik, sehingga kita tak akan menyalahkan diri sendiri atas segalanya.

Related Article

0 Comments

Leave a Comment